| dc.description.abstract | Dewasa ini berbagai upaya untuk meningkatkan produksi ikan telah dilakukan melalui pendekatan aspek lingkungan dan aspek genetik. Pendekatan aspek lingkungan seperti pengelolaan kualitas air, perbaikan wadah budidaya dan pakan, sedangkan aspek genetik mencakup ginogenesis dan sex reversal. Untuk meningkatkan produksi dalam budidaya dapat ditempuh dengan persilangan (hibridisasi) agar mendapatkan benih yang mempunyai laju pertumbuhan cepat, sintasan tinggi serta tahan terhadap penyakit dan diharapkan dari persilangan ini dapat mengurangi sifat-sifat yang kurang baik dari induk.
Hibridisasi adalah perkawinan antara dua spesies ikan yang mempunyai hubungan dekat tetapi mempunyai sifat dan ciri yang berbeda sehingga dapat menghasilkan keturunan dengan sifat dan ciri yang diinginkan. Penelitian hibridisasi pernah dilakukan pada ikan air tawar dan didapatkan efek heterosis (sifat unggul) dalam pertumbuhan yang ditunjukkan oleh hibrida antara ikan nila betina dengan ikan mujair merah jantan dan karakteristik morfometrik serta meristik hibrida ikan mas betina dan ikan tawes jantan.
Percobaan ini betujuan untuk mengetahui pertumbuhan, sintasan serta beberapa karakter morfologi hibrida antara Pangasius hypophthalmus betina dan Pangasius nasutus jantan pada ukuran 10-50 gram. Percobaan ini dilakukan di kolam Babakan Darmaga, Jurusan Budidaya
Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor pada bulan Mei sampai dengan Juni 1999. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan patin normal (persilangan antara Pangasius hypophthalmus) dan benih ikan patin hibrida (P. hypophthalmus betina x P. nasutus jantan) hasil pendederan selama empat minggu dengan kisaran bobot dan panjang 9,97 gr - 17,92 gr dan 10,5 cm - 14 cm. Benih ikan patin dipelihara secara komunal di kolam air tenang berukuran 10x20 m² dengan kepadatan 300 ekor ikan normal dan 300 ekor ikan hibrida. Untuk membedakan kedua ikan tersebut, ikan diberi tanda (marking) dengan memotong patil kanan untuk ikan normal dan patil kiri untuk ikan hibrida.
Selama 8 minggu masa percobaan dilakukan pengambilan contoh setiap 2 minggu sekali dengan jumlah masing-masing 50 ekor dan dilakukan pengukuran panjang total, panjang gurat atas dan bawah dengan menggunakan mistar serta penimbangan bobot dengan menggunakan timbangan digital dengan ketelitian 0,01 gr. Pada akhir percobaan (minggu ke-8), parameter yang diamati selain yang disebutkan di atas berupa sintasan dan karakter morfologisnya (panjang cagak, lebar badan, tinggi badan, lebar kepala bawah, jarak antar barbel, panjang usus, jumlah sirip punggung, jumlah sirp dada, jumlah sirip perut, jumlah sirip dubur, jumlah vertebrae, dan jumlah gill racker) | id |