Show simple item record

dc.contributor.advisorFirdaus, Muhammad
dc.contributor.authorJuita, Nova
dc.date.accessioned2023-11-02T04:34:12Z
dc.date.available2023-11-02T04:34:12Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130184
dc.description.abstractManggis sebagai salah satu buah unggulan Indonesia yang memiliki prospek ekspor baik telah ikut memberikan kontribusi besar dalam penerimaan devisa negara. Hal ini karena buah manggis yang dihasilkan Indonesia banyak disukai oleh konsumen luar negeri dan harga manggis di pasar ekspor dinilai lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan harga manggis di pasar lokal. Volume ekspor manggis memiliki kecenderungan meningkat setiap tahun seiring dengan peningkatan produksinya, namun peningkatan produksi tersebut belum diikuti oleh peningkatan kualitas buah manggis yang dihasilkan. Kampung Cengal sebagai salah satu sentra produksi manggis yang ada di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, juga telah ikut memberikan kontribusi dalam ekspor manggis Indonesia. Namun hanya 40 persen buah manggis yang dihasilkan oleh daerah ini yang memenuhi standar ekspor. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya sistem ijon yang dilakukan oleh pedagang pengumpul setempat. Supply chain management (SCM) atau disebut manajemen rantai pasokan adalah sebuah pendekatan dalam strategi bersaing perlu diterapkan mengingat tingginya persaingan dalam pasar luar negeri. Selain itu adanya tuntutan konsumen terhadap kualitas manggis yang baik dan kuantitas pasokan yang kontinu juga menjadi alasan perlunya sebuah manajemen rantai pasokan. SCM menerapkan bagaimana suatu jaringan kegiatan produksi dan distribusi dapat bekerja sama untuk memenuhi tuntutan konsumen tersebut melalui pengiriman buah manggis tepat waktu, mengurangi biaya, dan memusatkan kegiatan distribusi. Salah satu faktor kunci untuk mengoptimalkan rantai pasokan adalah menciptakan alur informasi yang bergerak secara mudah dan akurat diantara jaringan atau mata rantai tersebut, dan pergerakan barang yang efektif dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa harus ada kerjasama yang erat antara pelaku dalam rantai pasokan, yang penting adalah adanya kesadaran dan kesediaan dari masing- masing pelaku untuk melakukannya agar rantai pasokan dapat berjalan lancar. Petani manggis sebagai produsen sekaligus penyuplai utama bahan baku buah manggis segar, diharapkan memiliki kesadaran dan kesediaan yang tinggi dalam menerapkan SCM.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.titleFaktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan petani untuk berpartisipasi dalam Supply Chain Management (SCM) manggis: kasus Kampung Cengal, Karacak, Leuwiliang, Kabupaten Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordManggisid
dc.subject.keywordsupply chain managementid
dc.subject.keywordPetani manggisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record