Analisis Kelayakan Finansial Pengusahaan Pembibitan Pisang Abaca (Musa textiles Nee) dengan dengan Metode Kultur Jaringan
View/ Open
Date
2005Author
Utama, Agung Prawira
Suryana, Rita Nurmalia
Metadata
Show full item recordAbstract
Pisang abaca (Musa Textilis Nee) merupakan salah satu tanaman penghasil
serat yang berkualitas tinggi dan berguna sebagai bahan baku kertas, serat tekstil, dan
tali tambang khusus. Oleh karena itu tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi yang
tinggi dan sangat prospektif dikembangkan di Indonesia.
Dalam usaha pengembangan pisang abaca di Indonesia, ketersediaan bibit
pisang abaca akan menjadi hat yang krusial sehingga perlu adanya perhatian dan
penanganan yang intensif dalam usaha peilyediaan bibit pisang abaca. Bibit pisang
abaca dapat di peroleh dengan cara pengembangbiakan dengan pemisahan anakan
pisang atau dengan tunas pisang, yang selanjutnya akan disebut sebagai proses .
pembibitan pisang abaca dengan cara konvensional. Selain cara konvensional,
pembibitan pisang abaca dapat dilakukan dengan penerapan bioteknologi atau lebih
dikenal sebagai proses kultur jaringan.
Usaha pembibitan dengan cara konvensional merupakan pilihan yang efisien,
akan tetapi tidak dapat mengatasi kendala-kendala antara lain memproduksi bibit
dalam jurnlah yang terbatas, berpeluang besar terkena penyakit bunchi top, terjadi
penurunan kualitas serat dari lnduknya. Kendala tersebut dapat diatasi oleh bibit
hasil kultur jaringan, bahkan dengan metode kultur jaringan, pisang abaca dapat
panen lebih cepat, dan jurnlah produksi serat yang lebih banyak (rnenghasilkan
batang pisang lebih banyak).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji keragaan pengusahaan
pembibitan pisang abaca di lokasi penelitian, menganalisis kelayakan pengusahaan
pembibitan p1sang abaca melalui analisis finansial, dan payback period, serta
melakukan analisis sensitivitas terhadap perubahan-perubahan yang teriadi dalam
manfaat maupun biaya…dst
Collections
- UT - Agribusiness [4792]

