Show simple item record

dc.contributor.advisorFirmansyah, Iman
dc.contributor.authorYanuarti, Anty Shantini
dc.date.accessioned2023-11-01T09:03:14Z
dc.date.available2023-11-01T09:03:14Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129783
dc.description.abstractIndonesia dengan jumlah penduduk yang cukup besar yaitu sekitar 219.205 juta jiwa, dengan tingkat pertumbuhan per tahun dari tahun 2000-2005 sebesar 1,34 persen (Badan Pusat Statistik, 2006) merupakan salah satu peluang pangsa pasar yang cukup potensial bagi berkembangnya industri makanan, termasuk dodol. Jumlah penduduk yang cukup besar, peningkatan pendidikan dan pengetahuan masyarakat mengakibatkan perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah praktis dan berkualitas. Masyarakat cenderung memilih untuk mengkonsumsi makanan jadi yang siap makan. Industri dodol merupakan bagian dari industri makanan jadi, salah satu jenis industri yang dikelompokkan dalam agroindustri hilir yang memanfaatkan beras ketan sebagai salah satu bahan baku produksinya. Salah satu daerah yang terkenal sebagai produsen dodol adalah Kabupaten Garut, produknya lebih dikenal dengan nama dodol Garut. PT Herlinah Cipta Pratama (HCP) merupakan perusahaan terbesar penghasil dodol di Kabupaten Garut dengan produknya bermerek "Picnic". Tahun 2003-2005 PT Herlinah Cipta Pratama menguasai volume penjualan industri rata-rata mencapai 33 persen dari total penjualan industri dodol di Kabupaten Garut (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, 2007). Dodol Picnic sebagai merek dagang yang sudah banyak dikenal konsumen, harus dapat mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan pangsa pasamnya. Di tengah banyaknya perusahaan baru dan ketatnya persaingan, PT Herlinah Cipta Pratama harus berusaha memahami konsumennya. Salah satu usaha agar dapat memahami konsumen maka PT Herlinah Cipta Pratama harus fokus kepada konsumen dengan terus berusaha untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Untuk mempertahankan konsumen yang telah diraih dan mempertahankan pangsa pasar, maka diperlukan sebuah penelitian mengenai perilaku konsumen produk dodol Picnic. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis penilaian konsumen terhadap atribut-atribut dodol Picnic dan menganalisis perbandingan antara tingkat kepentingan dengan tingkat kinerja yang diberikan oleh atribut produk dodol Picnic kepada konsumen. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi karakteristik umum dan proses keputusan pembelian konsumen dodol Picnic, (2) menganalisis penilaian konsumen terhadap atribut dodol Picnic, (3) menganalisis penilaian konsumen terhadap tingkat kepentingan dan kinerja, atribut produk dodol Picnic, dan (4) menyusun rekomendasi kebijakan pemasaran berdasarkan perilaku konsumen dodol Picnic. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2007. Penelitian ini mengambil ruang lingkup Kabupaten Garut, dimana penyebaran kuesioner dilakukan di toko milik PT Herlinah Cipta Pratama (Prima Rasa) yang terletak di Jl. Ciledug Garut. Pemilihan tempat daerah penelitian ini dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa toko tersebut menjual berbagai produk dodol Picnic. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer (penyebaran kuesioner) dan data sekunder (literatur yang berhubungan dengan topik penelitian, Badan Pusat Statistik (BPS), Departemen Perindustrian dan Perdagangan, internet serta buku-buku yang berhubungan dengan topik penelitian dan laporan-laporan penelitian sebelumnya). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara judgement sampling yang didasarkan pada pertimbangan kemudahan untuk melakukannya. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 orang. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan tabulasi deskriptif, model sikap multiatribut Fishbein, dan Importance Performance Analysis (IPA). Tabulasi deskriptif digunakan untuk menjelaskan mengenai karakteristik umum responden dan proses keputusan pembelian dodol Picnic. Sikap multiatribut Fishbein digunakan untuk menganalisis penilaian konsumen terhadap atribut dodol Picnic. IPA digunakan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan tingkat kinerja atribut dodol Picnic. Responden dodol Picnic sebagian besar adalah wanita, berumur antara 30- 39 tahun, sebagian besar berstatus sudah menikah. Mayoritas responden Suku Sunda, berpendidikan sarjana, mempunyai pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, dengan pendapatan antara Rp 1.500.000-Rp 2.500.000. Responden dodol Picnic memutuskan untuk membeli dodol Picnic karena rasanya yang khas dan manfaatnya untuk oleh-oleh. Sumber informasi dalam pembelian dodol Picnic adalah keluarga. Responden mempertimbangkan rasa pada saat membeli dodol. Rasa dodol yang cocok adalah alasan mereka memilih merek dodol Picnic dan menunjukkan kualitas dodol. Responden membeli dodo! Picnic tergantung situasi dan sekalian membeli cemilan lain. Anggota keluarga meminta responden untuk membeli dodol Picnic. Responden memilih membeli di toko karena sekalian membeli cemilan lain dan harganya lebih murah. Responden akan mencari ke tempat lain jika dodol Picnic yang mereka cari tidak tersedia di tempat mereka biasa membeli. Responden tetap membeli dodol Picnic jika harga dodol Picnic mengalami kenaikan. Responden dodol Picnic merasa puas terhadap pembelian dodol Picnic. Hasil analisis sikap multiatribut Fishbein menunjukkan bahwa responden memberikan nilai yang tinggi pada atribut label halal, kejelasan tanggal kadaluarsa, merek, izin Depkes, dan rasa. Responden memberikan nilai yang rendah pada atribut harga. Hasil IPA menunjukkan bahwa atribut dodol Picnic yang masuk pada kuadran I adalah atribut isi; yang masuk pada kuadran II adalah atribut rasa, ketersediaan, kejelasan tanggal kadaluarsa, label halal, dan izin Depkes; yang masuk pada kuadran III adalah atribut harga, aroma, promosi, kemasan, dan warna, dan yang masuk pada kuadran IV adalah atribut merek dan kekenyalan. Rekomendasi kebijakan pemasaran mengacu pada analisis deskriptif, analisis Fishbein, dan analisis IPA. Untuk produk diperlukan perbaikan atribut isi dengan cara menambah jumlah isi dodol Picnic per kemasan. Untuk harga cukup pertahankan harga eceran saat ini. Untuk distribusi harus dipertahankan prestasinya. Promosi harus dilakukan untuk menarik dan mempertahankan konsumen namun tidak menjadi prioritas utama.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcDefinisi dodolid
dc.subject.ddcPengolahan dodolid
dc.titleAnalisis perilaku konsumen produk Dodol Picnic dan implikasinya terhadap strategi pemasaran pada PT.Herlinah Cipta Pratamaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordStrategi pemasaranid
dc.subject.keywordPerilaku konsumenid
dc.subject.keywordProses keputusan pembelian konsumenid
dc.subject.keywordImportance and Perfomance Analysisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record