| dc.description.abstract | Indonesia adalah negara agraris yang banyak bergantung pada aktivitas dan hasil pertanian. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di bidang pertanian adalah sebanyak 40,63 juta orang atau 44,34 persen dari jumlah seluruh tenaga kerja.
Sektor pertanian merupakan penyedia utama kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia. Selain itu, sektor pertanian juga menyediakan pasar yang sangat besar untuk produk manufaktur karena jumlah penduduk pedesaan yang besar dan terus mengalami peningkatan. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling efektif untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah pedesaan melalui peningkatan pendapatan mereka yang bekerja di sektor petanian.
Kabupaten Bogor menempati urutan kedua dengan jumlah kemiskinan terbesar setelah Kabupaten Bandung. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor saat ini mencapai 451.300 orang, menempati urutan kedua setelah Kabupaten Bandung sebanyak 543.300 orang. Desa Purwasari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Dramaga. Desa Purwasari memiliki wilayah yang luas yaitu sekitar 211.016 hektar dengan jumlah penduduk mencapai 6.877 jiwa. Sebagian besar penduduknya banyak melakukan usaha pertanian, sehingga tingkat kesejahteraan rumah tangga petani di desa ini penting dipelajari dengan melihat tingkat pendapatan, tingkat pengeluaran dan kondisi sosial ekonomi rumah tangga petani tersebut. Lahan di Desa Purwasari sebagian besar diperuntukkan untuk sawah dan ladang seluas 158.181 hektar, 99.382 hektar sawah menggunakan irigasi teknis, 49.292 hektar untuk irigasi setengah teknis
dan 9.507 hektar untuk perladangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik petani
dan gambaran umum kegiatan usahatani di Desa Purwasari, (2) mengkaji tingkat
pendapatan rumah tangga petani dan sumber-sumber pendapatan petani di luar
usaha pertanian, (3) menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani dan
(4) menganalisis hubungan antara karakteristik petani di Desa Purwasari dengan
tingkat kesejahteraan. Penelitian ini dilakukan Desa Purwasari, Kecamatan
Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Maret hingga April 2007.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive, dengan kriteria (1) bersedia diwawancarai dengan dipandu kuesioner, (2) petani pemilik lahan. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan tabulasi deskriptif dan korelasi rank spearman. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan karakteristik rumah tangga petani, tingkat kesejahteraan rumah tangga petani dan interpretasi hasil korelasi rank spearman yang menggambarkan hubungan antara karakteristik rumah tangga petani dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani tersebut. Analisis korelasi rank spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik rumah tangga petani dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani tersebut... | id |