| dc.description.abstract | Hijauan, limbah pertanian dan industri agro sering digunakan sebagai sumber
pakan temak ruminansia. Limbah pertanian dan industri agro merupakan bahan
lignoselulosa yang banyak dihasilkan, tetapi belum digunakan secara efisien sebagai
pakan temak ruminansia. Limbah pertanian dan industri agro bersifat bulky atau
voluminous, serta memiliki nilai kecemaan dan palatabilitas yang rendah. Selain itu,
kandungan serat kasar, selulosa dan hemiselulosanya masih tinggi. Oleh karena itu,
perlu dilakukan suatu. upaya untulc meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian dan
industri agro sebagai pakan ternak ruminansia. Rayap merupakan serangga sosial
yang mampu mencerna makanan mentah berupa tanaman hidup, kayu atau tanaman
yang sudah mati, humus, rumput, jamur, dan lain-lain. Rayap mampu mendegradasi
selulosa dan hemiselulosa, tetapi tidak mampu mendegradasi lignin. Kemampuan
rayap dalam mendegradasi serat kasar inilah yang perlu dimanfaatkan, terutama
untuk limbah pertanian dan industri agro serta rumput budidaya yang cukup tinggi
kualitasnya, yaitujerami padi, serat sawit dan rumput gajah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari isolat
murni bakteri selulolitik simbion rayap dalam mendegradasi pakan sumber serat,
yaitu jerami padi, serat sawit dan rumput gajah.
Penelitian pendahuluan menggunakan inokulum mikroba dari tiga spesies rayap
yang berbeda dan dua sumber substrat. Perlakuan yang diberikan terdiri dari dua
faktor, yaitu faktor 1 = Spesies rayap, yang terdiri dari A= Macrotermes gilvus
Hagen, B= Coptotermes curvignathus Holmgren, C= Microtermes inspiratus
Kemner, D= gabungan dari ketiga spesies rayap dan E= mikroba rumen domba
sebagai kontrol serta faktor 2= Jenis pakan sumber serat, yang terdiri dari J= jerami
padi dan S= serat sawit. Peubah yang diamati adalah nilai degradasi BK da.ri BO,
serta persentase NDF, ADF, lignin dan selulosa terdegradasi. Data yang diperoleh
dianalisis dengan analisis statistika deskriptif. Untuk mengukur konsentrasi NH3,
produksi VF A total, persentase NDF dan ADP terdegradasi serta persentase
Koefisien Cema Bahan Kering dan Bahan Organik (KCBK dan KCBO) pada isolat
murni bakteri rayap dan rumen, digunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola
factorial 13x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang digunakan adalah faktor 1= Isolat
murni dari bakteri selulolitik simbion rayap dan bakteri selulolitik dari rumen domba
yang berjumlah 13 isolat dan faktor 2= Jenis pakan sumber serat, yang terdiri dari J=
jerami padi, R= rumput gajah dan S= serat sawit. Data yang diperoleh dianalisis
dengan analisis sidik ragam (ANOV A) dan untuk mengetahui perbedaan di Bntara
perlakuan diuji dengan uji kontras orthogonal.
Berdasarkan nilai degradasi BK dan BO, serta persentase NDF, ADF, lignin dan
selulosa terdegradasi didapatkan basil bahwa inokulum mikroba dari spesies rayap
M gilvus Hagen, Mi. Inspiratus Kemner dan mikroba rumen domba memiliki
kemampuan yang lebih tinggi dibaiidingkan inokulum mikroba lainnya dalam
mendegradasi pakan sumber serat. Ketiga inokulum mikroba tersebut yang
dimumikan dan digunakan dalam uji kecemaan, fermentabilitas maupun degradasi
NDF dan ADF.
Isolat murni bakteri selulolitik simbion rayap mampu mendegradasi pakan
sumber serat, khususnya rumput gajah, jeran1i padi dan serat sawit pada tingkatan
yang lebih baik daripada isolat mumi bakteri selulolitik dari rumen domba.
Berdasarkan hasil konsentrasi NH3, produksi VF A total, persentase NDF dan
ADF terdegradasi, serta persentase KCBK dan KCBO, diperoleh empat isolat terbaik
yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi pakan sumber serat, yaitu isolat
SB53 5(3)1 diikuti oleh SB53 4(3)2, SCSI 4 dan SC51 5. Keempat isolat tersebut
berpotensi digunakan sebagai probiotik yang membantu mikroba rumen dalam
mendegradasi pakan sumber serat. | id |