| dc.description.abstract | Produksi limbah pertanian dan perkebunan cukup melimpah sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk menggantikan bahan pakan konvensional.
Selain itu, dapat disimpan sebagai cadangan pakan saat terjadi musim kemarau
panjang untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok (maintenance) ternak. Namun,
jenis pakan ini mempunyai kendala seperti tingginya kandungan serat kasar yang
membatasi penggunaannya, sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi hal tersebut.
Rayap merupakan makhluk hidup pendegradasi serat kayu karena keberadaan
mikroba simbion di dalam saluran pencernaannya. Mikroba saluran pencernaan
rayap ini berpotensi dalam mendegradasi selulosa yang terkandung di dalam bahan
pakan serat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat
bakteri selulolitik murni dari saluran pencernaan rayap yang mampu mendegradasi
bahan pakan serat jerami padi dan serat sawit. Adapun rayap tersebut berasal dari
famili Rhinotermitidae dan famili Termitidae dengan spesies rayap C. curvignathus
Holmgren, M. gilvus Hagen dan Mi. inspiratus Kemner.
Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 tahap. Tahap pertama adalah pengkayaan.
isolasi, uji selulolitik secara kualitatif dan uji morfologi bakteri serta uji selulolitik
bakteri secara kuantitatif. Tahap kedua adalah uji aktivitas enzim selulase total.
Tahap pengkayaan ini menggunakan mikroba yang berasal dari rayap M gilvus
(Mg), C. curvignathus Holmgren (Cc), Mi. inspiratus (Mi) dan gabungan dari ketiga
rayap (Gb) serta cairan rumen domba; di dalam medium pengkayaan ini serat sawit
(S) atau jerami padi (J) digunakan sebagai sumber serat untuk merangsang
pertumbuhan mikroba pendegradasi serat. Adapun perlakuan pengkayaan yang
diterapkan adalah menggunakan 2 ml inokulum mikroba asal saluran pencernaan
rayap Mg (A), Cc (B), Mi (C), gabungan ketiga rayap (D) dan cairan rumen (E)
dalam total volume 50 ml medium pengkayaan. Kultur ini kemudian diinkubasi
secara anaerob pada suhu 39°C. Proses pengkayaan ini berlangsung selama
seminggu. Pada akhir proses pengkayaan, dilakukan isolasi bakteri dari inokulum
yang dipilih berdasarkan persentase degradasi bahan kering dan bahan organik pakan
serat.
Hasil proses pengkayaan menunjukkan persentase degradasi bahan kering dan
bahan organik jerami padi lebih tinggi daripada serat sawit. Rataan populasi bakteri
tertinggi pad a kultur jerami padi yang diinokulasi. der.gan mikroba gabungan rayap
sebesar (2,87 x I011 cfu/ml).
Proses seleksi menghasilkan 28 isol:tt yang masing-masing berasal dari
inokulum A: o isolat, B: 5 isolat, C: 5 isolat, D: 7 isolat dan E: 1 isolat. Hasil
pengamatan menunjukkan morfologi yang meliputi kokus, diplokokus, streptokokus,
stafilokokus clan basillus; sedangkan hasil uji pewarnaan Gram memperlihatkan 18
isolat Gram-positif dan 10 isolat Gram-negatif.
Aktivitas selulolitik bakteri dalam mendegradasi selulosa kertas saring
Whatman No.I tertinggi diperoleh pada isolat bakteri E sebesar (25,20 ± 7,04) %BK,
diikuti oleh isolat bakteri C (25,12 ± 7,80) %BK dan isolat bakteri B (21,40 ± 4,12)
%BK (P<0,05). Uji aktivitas selulase pada 13 isolat yang berasal dari kultur E, C dan
B memperlihatkan isolat bakteri SB53 l (3) 1 dan SC51 1 (2) mempunyai aktivitas
enzim selulase tertinggi diikuti oleh isolat SC51 2(2), SC51 3(2), SCS1 5(2) dan
SE51 2, dan isolat lainnya mempunyai aktivitas selulase terendah. Dengan demikian
keenam isolat dengan aktivitas selulase tinggi dapat digunakan sebagai isolat bakteri
pencerna pakan serat pada penelitian selanjutnya. | id |