Show simple item record

dc.contributor.advisorSaleh, A. Karim
dc.contributor.advisorNessa M. Natsir
dc.contributor.advisorF.G. Suratmo
dc.contributor.authorDafrid, Bachrah
dc.date.accessioned2023-10-29T02:33:22Z
dc.date.available2023-10-29T02:33:22Z
dc.date.issued1987
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129092
dc.description.abstractTujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak proyek pada pemukiman masyarakat terasing Kabupaten Bantaeng terhadap kondisi sosial ekonomi penduduk di lokasi proyek dan sekitarnya. Hasil penelitian ini diharapkan juga berguna bagi pelaksanaan proyek pemukiman yang dilaksanakan melalui berbagai Instansi Pemerintah, sebagai masukan informasi dalam perumusan kebijaksanaan pemukiman penduduk di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode survai. Survai dilakukan di Kecamatan Bissappu Kabupaten. Bantaeng, khususnya lokasi proyek PKMT di Dusun Lannying dan Dusun Ujung di Desa Bontomarannu. Data yang disurvai meliputi aspek fisik, biologi, kependudukan, sosial budaya dan sosial ekonomi. Data diperoleh dengan tehnik wawancara terhadap responden yang dipilih di lokasi penelitian. Responden dipilih secara acak berlapis. Data perubahan kondisi sosial ekonomi meliputi perubahan aspek pendapatan kesempatan kerja, kondisi rumah, pendidikan, keterampilan, kesehatan dan komunikasi sosial. Untuk melihat perubahan kondisi sosial ekonomi sebelum dan sesudah proyek digunakan analisis uji tanda Wilcoxon. Untuk mengetahui pengaruh dari setiap kegiatan proyek terhadap kondisi lingkungan yang diamati digunakan Matriks Evaluasi kegiatan proyek terhadap unsur-unsur lingkungan. Perbedaan dampak proyek terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi penduduk di lokasi proyek dan sekitarnya digambarkan dengan bagan aliran dampak kegiatan proyek dengan komponen lingkungan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi penduduk di lokasi proyek dan sekitarnya. Perubahan kondisi sosial ekonomi penduduk sekitar proyek relatif lebih besar dari perubahan kondisi sosial ekonomi penduduk di lokasi proyek. Sebelum proyek, tingkat pendapatan masyarakat terasing dikategorikan sangat miskin. Setelah proyek, peru- bahan tingkat pendapatan terdiri dari 4 persen berubah menjadi kategori miskin; 60 persen berubah menjadi kategori cukup dan 36 persen berubah menjadi kategori cukup baik. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcRural settlementid
dc.subject.ddcLiving standardsid
dc.titleDampak proyek pemukiman masyarakat terasing terhadap kondisi sosial ekonomi penduduk di lokasi proyek dan sekitarnya: kasus proyek PKMT Kabupaten Bantaengid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record