| dc.description.abstract | Indonesia memiliki sumberdaya alam yang melimpah. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanian. Beberapa sektor pertanian yang terdiri dari subsektor tanaman pangan, perkebunan, petemakan, kehutanan dan perikanan dapat memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional. Subsektor petemakan di Indonesia memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Hal ini mengingat bahwa petemakan melibatkan sebagian besar masyarakat Indonesia dan merupakan sumber mata pencaharian baik , mata pencaharian pokok maupun sambilan. Salah satu subsektor petemakan yang dapat diusahakan adalah sapi perah. Sapi perah merupakan bisnis yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Hal ini dapat dilihat dari permintaan susu di Indonesia yang meningkat, permintaan yang terns berkembang scsuai dengan pertumbuhan ekonomi. Susu memiliki sifat perishable karena mudah menjadi medium tumbuhnya mikro organisme pathogen. Berdasarkan alasan tersebut diperlukan pengolahan lebih lanjut pasca panen susu segar. Pengolahan lebih lanjut bertujuan untuk meningkatkan daya tahan susu yang dikonsumsi dan menambah aroma. Pesantren Darul Fallah (PDF) merupakan pesantren yang memiliki kegiatan usaha pengolahan susu menjadi produk yoghurt.
PDF merupakan pesantren pertanian yang memiliki beberapa usaha salah satunya adalah Unit Pengolahan Susu (UPS). Pengolahan yoghurt dimulai pada akhir tahun 2007, hal ini disebakan karena permintaan produk susu pasteurisasi semc1kin mcnurun, sehingga pihak PDF melakukan diversifikasi produk susu pasteurisasi menjadi yoghurt. Produksi yoghurt memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan susu pasteurisasi. Produk yoghurt dipasarkan ke beberapa daerah seperti Bogor, Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Dalam pengolahan yoghurt dibutuhkan peralatan. seperti mesin pasteurisasi, mesin inkubator dan lain-lain, sehingga dapat menunjang kegiatan pengolahan yoghurt.
Berdasarkan adanya permintaan yoghurt, maka perlu dilakukan kajian sejauh mana produksi yoghurt mencapai kondisi optimal yang dapat memaksimalkan keuntungan. PDF melakukan kegia1an produksi harus merencanakan penggunaan inputinput produksi yang dimilikinya, sehingga PDF dapat mengetahui sumberdaya yang berlebih dan sumberdaya yang pembatas. Input yang menjadi kendala dalam mencapai produksi optimal yaitu bahan baku susu. bahan baku penolong (esen, gula. plastik dan starter yoghurt), jam tenaga kerja langsung dan jam kerja mesin. | id |