Show simple item record

dc.contributor.advisorKusnadi, Nunung
dc.contributor.authorPuspitasari, Agreianti
dc.date.accessioned2023-10-24T08:24:08Z
dc.date.available2023-10-24T08:24:08Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127897
dc.description.abstractPerkebunan kakao di Indonesia paling banyak diusahakan dalam bentuk perkebunan rakyat (89,59 persen) yang biasanya dibudidayakan dalam secara tradisional. Akibatnya, hasil produksi kakao secara nasional masih belum sesuai dengan standar pasar, sehingga banyak hasil panen yang tidak dapat diserap oleh industri pengolahan bahkan yang ada di dalam negeri sendiri. Hal tersebut membuat industri pengolahan harus mengimpor biji kakao berfermentasi dari luar negeri, sehingga berdampak pada keterpurukan bagi petani kakao lokal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu petani kakao meningkatkan dan memperbaiki kualitasnya adalah dengan kemitraan. Adanya kemitraan memudahkan petani untuk mendapatkan jaminan pasai, sehingga meningkatkan daya tawar petani kakao, selain itu kemitraan juga membuat adanya transfer teknologi dari perusahaan inti ke petani sehingga akan ada perbaikan kualitas dan kuantitas kakao petani. Salah satu kemitraan yang terjalin pada komoditas kakao adalah PT Pagilarang dengan petani kakao Kelompok Tani Ngupadikoyo, Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemitraan PT Pagilarang dengan petani kakao anggota ·Kelompok Tani Ngupadikoyo ini sudah terjalin semenjak tahun 1987. Kemitraan ini berbentuk inti plasma, dimana perusahaan sebagai inti dan petani sebagai plasma Kemitraan ini tidak dikuatkan dengan bentuk perjanjian karena menurut perusahaan produksi petani kakao yang diambil dari petani mitra dari Kelompok Tani Ngupadikoyo belum memenuhi kuantitas yang diharapkan oleh perusahaan, akan tetapi meskipun tidak diikat dalam suatu kontrak petani kakao tetap menjalankan kerjasama kemitraan. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menjawan perumusan permasalah tersebut yaitu mendeskripsikan pelaksanaan kemitraan antara PT Pagilarang dengan petani kakao Ngupadikoyo, menganalisis pengaruh kemitraan tersebut pada produktivitas kakao petani, dan menganalisis pengaruh kemitraan terhadap pendapatan petani kakao mitra.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcCocoaid
dc.subject.ddcagribusinessid
dc.titlePengaruh kemitraan terhadap produktivitas dan pendapatan petani kakao: Kasus Petani di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordProductivityid
dc.subject.keywordfarmers incomeid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record