Show simple item record

dc.contributor.advisorSudarman, Asep
dc.contributor.advisorHermana, Widya
dc.contributor.authorSumartini
dc.date.accessioned2023-10-20T05:57:21Z
dc.date.available2023-10-20T05:57:21Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127407
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kopi dan antibiotik Tetrasiklin dalam ransum dengan energi metabolis 3000 kkal/kg dan protein 20% terhadap kinerja produksi ayam kampung umur 6-14 minggu. Ransum percobaan yaitu ransum yang mengandung 0% kopi +0% Tetrasiklin (P1), ransum yang mengandung 0,4% kopi + 0% Tetrasiklin (P2), ransum yang mengandung 0% kopi + 0,003% Tetrasiklin (P3), ransum yang mengandung 0,4% kopi + 0,003% Tetrasiklin (P4). Ransum dan air diberikan ad libitum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x2 dengan 2 level kopi, 2 level Tetrasiklin dan 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 6 ekor ayam kampung. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap peubah yang diamati dilakukan analisis ragam (ANOVA), selanjutnya jika sidik ragam berbeda nyata diuji lanjut dengan Uji Jarak Duncan (Steel dan Torie, 1993). Peubah yang diuji pada penelitian ini adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, konversi ransum, konsumsi air minum dan mortalitas. Hasil sidik ragam menunjukkan penambahan 0,4% kopi tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, konversi ransum, dan konsumsi air minum ayam kampung selama delapan minggu pemeliharaan. Walaupun demikian, pemberian 0,4% kopi cenderung menghasilkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan bobot badan akhir lebih rendah dibandingkan tanpa perlakuan kopi. Pemberian 0,003% Tetrasiklin tidak berbeda nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, konversi ransum, dan konsumsi air minum ayam kampung selama delapan minggu pemeliharaan. Walaupun tidak berbeda nyata penambahan 0,003% Tetrasiklin dapat meningkatkan konsumsi ransum yang diikuti dengan peningkatan pertambahan bobot badan dan menghasilkan peningkatan bobot badan akhir dalam jumlah kecil. Hasil sidik ragam juga menunjukkan tidak adanya interaksi yang nyata antara kopi dan antibiotik terhadap kinerja produksi ayain kampung. Mortalitas ayam kampung 1,39% karena hanya satu ekor ayam kampung yang mati dari 72 ekor. Penambahan 0,4% kopi dalam ransum dengan energi metabolis 3000 kkal/kg tidak dapat meningkatkan kinerja produksi ayam kampung sehingga belum dapat dijadikan sebagai pemacu pertumbuhan. Pemberian antibiotik Tetrasiklin dengan level 0,003% pada ransum berenergi 3000 kkal/kg tidak mampu berperan sebagai pemacu pertumbuhan karena kadarnya yang terlalu rendah. Pada penelitian ini tidak ditemukan interaksi antara kopi dan antibiotik Tetrasiklin yang mampu meningkatkan kinerja produksi ayam kampung yang mendapatkan ransum dengan energi metabolis 3000 kkal/kg...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural Universityid
dc.subject.ddcAyam kampung; Kopi Antibiotikid
dc.titlePengaruh pemberian kopi dan antibiotik dalam ransum dengan energi metabolis 3.000 kkal/kg terhadap kinerja produksi ayam kampungid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKopi; Antibiotik; Ayam Kampung; Kinerja Produksiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record