Show simple item record

dc.contributor.advisorAbdullah, Luki
dc.contributor.advisorWidyastuti, Rahayu
dc.contributor.authorFitroh, Nurul
dc.date.accessioned2023-10-20T01:51:10Z
dc.date.available2023-10-20T01:51:10Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127376
dc.description.abstractLeguminosa merupakan salah satu alternatif hijauan makanan ternak dengan dai nutrisi yang tinggi terutama kandungan protein. Hal ini didukung oleh adanya proses penambatan nitrogen bebas dari udara oleh bakteri penambat nitrogen atau Rhizobium yang berada di dalam bintil akar leguminosa apabila bersimbiosis dengan Eguminosa. Simbiosis yang aktif antara leguminosa dan bakteri penambat nitrogen tersebut dapat mengikat nitrogen secara efektif, sehingga apabila dieksploitasi secara maksimal dapat memberi keuntungan ganda yaitu dapat memenuhi kebutuhan unsur hara nitrogen bagi leguminosa sendiri dan memberikan sumbangan unsur hara bagi tanaman-tanaman lain di sekelilingnya. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai dengan Juli 2003 di Rumah Kaca Laboratorium Agrostologi, Departemen Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Laboratorium Biologi Tanah, Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan inokulan yang bersumber dari bintil-bintil akar Arachis glabrata dan pupuk fosfat alam dalam memperbaiki produksi dan kualitasnya dengan meningkatkan daya penambatan nitrogen pada tanaman tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap berpola faktorial yang terdiri dari dua faktor: inokulasi dan pemupukan fosfat alam. Faktor inokulasi terdiri dari dua perlakuan: tanpa inokulasi dan dengan inokulasi, faktor pemupukan fosfat alam terdiri dari 4 taraf: 0 kg P/ha, 45 kg P/ha, 90 kg P/ha dan 180 kg P/ha. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa tinggi vertikal, berat kering tajuk, berat kering akar, jumlah daun, jumlah bintil akar, serapan N dan serapan P Arachis glabrata meningkat secara berurutan: 13,43%; 42,82%; 29,77%; 14,09%; 22,80%; 52,32% dan 52,34% dengan penambahan fosfor pada taraf 180 kg P/ha. Panambahan fosfor hingga taraf 90 kg P/ha tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua peubah yang diamati. Nilai tertinggi semua peubah yang diamati dicapai pada taraf pemupukan 180 kg P/ha. Perlakuan inokulasi Rhizobium tidak meningkatkan produksi dan kualitas Arachis glabrata...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural Universityid
dc.subject.ddcArachis glabrata; Pemupukan; feedid
dc.titleUpaya peningkatan produksi dan kualitas, Arachis glabrata melalui pemupukan fosfat alam dan inokulasi rhizobium pada tanah latosolid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordArachis glabrataid
dc.subject.keywordRhizobiumid
dc.subject.keywordFosfat Alamid
dc.subject.keywordhijauan pakan ternakid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record