Penggunaan kapur, asam humat, cendawan mikoriza arbuskula dan bakteri, Azospirillum sp. pada tanah podsolik merah kuning terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas rumput setaria splendida Stapf
View/ Open
Date
2004Author
Dian, Agus
Dewi MHKS, Panca
Setiana, M. Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanah PMK merupakan tanah marginal yang memiliki potensi yang cukup besar karena tersebar diseluruh wilayah Indonesia dengan total luas sebesar 47,5 juta hektar atau 24,9% dari luasan seluruh daratan di Indonesia. Tanah ini mengandung Al yang tinggi yang dapat meracuni tanaman. Tanah ini memiliki pH yang rendah dan P tersedia yang juga rendah, disebabkan oleh adanya fiksasi P oleh Al, kandungan hara makro lainnya (N, K, Ca, Mg dan S) dan mikro (Zn dan Cu) rendah.
Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketersediaan hara P dan menurunkan kandungan Al dilakukan dengan penambahan bahan pembenah tanah dan inokulasi CMA, sedangkan untuk mengatasi ketersediaan hara N dengan inokulasi bakteri penambat nitrogen yaitu bakteri Azospirillum sp.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dengan penambahan kapur, asam humat, CMA dan Azospirillum sp. pada tanah podsolik merah kuning terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas rumput Setaria splendida Stapf. serta perlakuan yang baik yang dapat dilakukan pada tanah tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agrostologi, Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada pertengahan bulan Juli-November 2001. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 X 4 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama merupakan perlakuan pembenah tanah (Soil Conditioner) yang terdiri dari tiga taraf yaitu: K = kontrol, L = kapur (1 ton x Aldd) dan H = asam humat (120 L/ha). Faktor kedua merupakan perlakuan dengan penambahan mikroorganisme yang terdiri dari empat taraf yaitu: M0 = kontrol, M1 CMA (20 gram/pot), M2 = Azospirillum sp. (1 x 10 cfu) dan M3 CMA dan Azospirillum sp. Untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan diuji dengan analisis sidik ragam (ANOVA). Jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak Duncan (Steel and Torrie, 1993). Peubah yang diamati meliputi laju pertambahan jumlah anakan, laju pertambahan tinggi vertikal, berat kering akar, berat kering tajuk, kadar N akar, kadar N tajuk, serapan N total, kadar P akar, kadar P tajuk, serapan P total, persentase akar yang terinfeksi, dan jumlah spora.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan pembenah tanah dan mikroorganisme tidak mempengaruhi laju pertambahan jumlah anakan. Penambahan bahan pembenah tanah dan pemberian mikroorganisme nyata (P<0,05) mempengaruhi berat kering akar dan serapan nitrogen total...
