Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Heny Kuswanti
dc.contributor.authorSari, Kintani Tunjung
dc.date.accessioned2023-10-20T00:54:41Z
dc.date.available2023-10-20T00:54:41Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127271
dc.description.abstractSektor pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting dan memberikan kontribusi nyata pada perekonomian Indonesia, hal tersebut dapat dilihat dari besarnya PDB yang diperoleh. Subsektor pertanian yang memiliki kontribusi kedua pada PDB Indonesia adalah subsektor perkebunan. Salah satu komoditi tanaman perkebunan yang memiliki pasar potensial baik di wilayah domestik maupun internasional adalah kakao. Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan eksportir utama kakao di dunia, sebagian kakao di ekspor dalam bentuk biji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komoditi biji kakao di Indonesia dan merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing tersebut. Analisis daya saing meliputi analisis keunggulan komparatif dan kompetitif. Penelitian ini menggunakan analisis RCA (Revealed Comparative Advantage) dan Berlian Porter untuk mengetahui keunggulan komparatif dan kompetitif komoditi biji kakao Indonesia, kemudian dilakukan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan agribisnis kakao. Berdasarkan analisis RCA, diketahui bahwa selama tahun 2009-2013 Indonesia menghasilkan RCA rata-rata setiap tahunnya sebesar 8,69 persen. Hal ini menunjukkan bahwa biji kakao Indonesia berdaya saing ekspor dibandingkan dengan komoditi ekspor lainnya. Sedangkan menurut analisis Berlian Porter diketahui bahwa dari enam pasang komponen utama hanya terdapat tiga pasang keterkaitan antar komponen utama yang saling mendukung, hal ini menunjukkan bahwa keterkaitan antar komponen utama belum berdaya saing. Berdasarkan analisis matriks SWOT menghasilkan sepuluh strategi untuk meningkatkan daya saing biji kakao Indonesia di pasar internasional yaitu: (1) Optimalisasi lahan dan produksi kakao lokal, (2) Membangun agroindustri berbasis kakao lokal (3) Penguatan kelembagaan kelompok tani kakao, (4) Melakukan pembimbingan, pembinaan serta pendampingan bagi petani kakao, (5) Pengembangan sarana dan prasarana baik on-farm dan off-farm untuk agribisnis kakao, (6) Bekerjasama dengan pemerintah dan lembaga penyedia modal, (6) Meningkatkan kualitas dan kuantitas biji kakao, (8) Pembuatan Quality Infrastructure (QI) nasional, (9) Menjamin pasar bagi petani kakao untuk memasarkan hasil produksinya, (10) Meningkatkan kerjasama pemerintah dalam mengefektifkan bursa berjangkaid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEconomics Management-Agribusinessid
dc.titleAnalisis daya saing Biji Kakao Indonesia di Pasar Internasionalid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordCocoa beans,comparative advantageid
dc.subject.keywordcompetitive advantageid
dc.subject.keywordcompetitivenessid
dc.subject.keywordPorter’s Diamondid
dc.subject.keywordRCAid
dc.subject.keywordSWOT analysisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record