| dc.description.abstract | Usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan sektor strategis dan berpotensi
menyerap tenaga kerja. Namun, salah satu masalah yang dihadapi UMKM adalah
kendala dalam akses pembiayaan. Koperasi Baytul Ikhtiar (KBI) membantu
mengatasi permasalahan permodalan UMKM yang memiliki kesulitan akses
terhadap lembaga keuangan karena lokasinya yang jauh dari kota. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran pembiayaan KBI dalam
meningkatkan kinerja usaha anggota. Sampel penelitian yaitu anggota KBI yang
mempunyai usaha perdagangan agribisnis sebanyak 40 orang dari total populasi
536 orang. Indikator kinerja usaha yang digunakan adalah peningkatan modal,
tenaga kerja, omset usaha, dan keuntungan usaha. Data yang digunakan adalah data
primer mengenai kinerja usaha sebelum dan sesudah pembiayaan sedangkan data
sekunder yang sebagian besar bersumber dari KBI. Analisis data dilakukan dengan
membandingkan empat indikator kinerja sebelum dan sesudah memperoleh
pembiayaan tahun 2015. Pengujian statistik dengan Uji Beda Wilcoxon pada
tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata plafond
pembiayaan sebesar Rp2 560 000 dengan rata-rata margin sebesar 25.6 persen yang
diangsur selama 50 pekan dalam satu periode. Realisasi pemanfaatan pembiayaan
KBI berbeda dengan rencana alokasi pada saat pengajuan, yaitu sebesar 85.74
persen untuk kegiatan usaha sehingga terjadi fungibility of credit sebesar 14.26
persen. Dengan pembiayaan tersebut, kinerja usaha responden meningkat melalui
peningkatan modal usaha sebesar 29.9 persen, peningkatan omset sebesar 4.71
persen, dan peningkatan keuntungan sebesar 4.84 persen. | id |