View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis sektor unggulan dan daya saing sektor-sektor perekonomian Kabupaten Ponorogo sebelum dan pada masa otonomi daerah

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.391Mb)
      Date
      2010
      Author
      Nurwilianto, Afif
      Purnamadewi, Yeti Lis
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penerapan otonomi daerah di Indonesia telah membawa perubahan paradigma pembangunan kebijakan yang lebih bersifat kemitraan dan desentralistik. Seiring dengan diberlakukannya kebijakan tersebut oleh pemerintah pusat, maka setiap daerah termasuk Kabupaten Ponorogo diharuskan untuk mengatur dan menentukan arah pembangunan daerahnya sendiri. Dengan kewenangan tersebut diharapkan setiap daerah mampu meningkatkan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan daerah sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi. Potensi fisik, sosial, dan ekonomi yang terdapat di suatu wilayah merupakan modal dasar suatu wilayah dalam melaksanakan pembangunan di wilayahnya. Pembangunan suatu wilayah selalu didasarkan pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang ada di wilayah bersangkutan. Kondisi wilayah di Kabupaten Ponorogo sangat mendukung untuk pembangunan sektor pertanian. Hal ini ditunjukkan dengan luas panen dan tingkat produksi pertanian yang meningkat pada tahun 2007 seluas 63.580 Ha, meningkat dari tahun 2006 seluas 57.070 Ha. Produksi padi juga turut meningkat dari 3.262.480 kwintal pada tahun 2007 dan meningkat menjadi 3.978.000 kwintal pada tahun 2007. Namun, disisi lain kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Ponorogo semakin menurun. Penurunan kontribusi sektor pertanian mulai terjadi pada tahun 1999, pada tahun tersebut kontribusi sektor ini sebesar 31,81 persen dan terus menurun hingga 28,50 persen. Dengan kondisi tersebut maka diperlukan penelitian yang dapat menentukan sektor yang dapat menggerakan perekonomian dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ponorogo. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mempelajari laju pertumbuhan dan kontribusi sektor-sektor perekonomian Kabupaten Ponorogo, (2) menganalisis daya saing sektor-sektor perekonomian Kabupaten Ponorogo, (3) mengidentifikasi sektor unggulan di Kabupaten Ponorogo, sebelum dan pada masa otonomi daerah, sehingga dapat diketahui sektor-sektor yang termasuk dalam kelompok pertumbuhan progressive (maju) atau kelompok pertumbuhan lambat. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini analisis deskriptif dan analisis Shift Share. Analisis deskriptif digunakan untuk mempelajari laju pertumbuhan dan kontribusi sektor-sektor perekonomian Kabupaten Ponorogo, sedangkan analisis Shift Share digunakan untuk menganalisis komponen pertumbuhan wilayah. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa nilai PDRB Kabupaten Ponorogo dan Provinsi Jawa Timur tahun 1993-2007 berdasarkan harga konstan 2000. Dalam penelitian ini digunakan empat periode 3 waktu, yaitu tahun 1993-1996 periode sebelum otonomi daerah yang menggambarkan kondisi perekonomian stabil, tahun 1997-2000 yang menggambarkan kondisi krisis ekonomi, tahun 2001-2004 periode pada masa otonomi daerah pasca UU No. 22 dan 25 tahun 1999, dan tahun 2005-2007 periode pada masa otonomi daerah UU No. 32 dan 33 tahun 2004. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum otonomi daerah tidak banyak membawa perubahan, baik dilihat dari kontribusi ekonomi sektoral, daya saing sektoral dan sektor unggulan dalam perekonomian Kabupaten Ponorogo. Pada masa krisis ekonomi laju pertumbuhan ekonomi rata-rata Kabupaten Ponorogo memiliki pertumbuhan yang negatif, sedangkan pada masa otonomi daerah pertumbuhan semakin membaik meskipun pertumbuhannya tidak seperti masa sebelum otonomi daerah sebesar 6,72 persen. Secara keseluruhan kontribusi sektor pertanian adalah paling besar dibandingkan dengan sektor yang lainnya, sedangkan kontribusi terkecil adalah sektor listrik, gas, dan air bersih. Pada masa sebelum otonomi tahun 1993-1996, sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor yang mempunyai daya saing paling baik dan pada tahun 1997- 2000 adalah sektor listrik, gas, dan air bersih. Selama kurun waktu tahun 1997- 2000, sektor bangunan atau kontruksi merupakan sektor yang memiliki daya saing paling baik. Pada masa otonomi daerah tahun 2001-2007, sektor yang berdaya saing terbaik adalah sektor listrik, gas, dan air bersih bila dibandingkan dengan sektor yang sama dari kabupaten lain. Berdasarkan hasil analisis, selama kurun waktu tahun 1993-1996, sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor bangunan serta sektor pengangkutan dan komunikasi termasuk sektor unggulan, sedangkan saat krisis ekonomi (1997- 2000) yang menjadi sektor unggulan adalah sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor pengangkutan dan komunikasi, serta sektor jasa-jasa. Pada masa otonomi daerah (2001-2004), sektor sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor industri pengolahan serta sektor pengangkutan dan komunikasi termasuk sektor unggulan, saat otonomi daerah II (2005-2007), sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor industri pengolahan, serta sektor pengangkutan dan komunikasi merupakan sektor yang paling progressive sehingga ketiga sektor ini termasuk sektor ungggulan. Karena hal di atas, maka pemerintah daerah Kabupaten Ponorogo diharapkan untuk terus mendorong perkembangan setiap sektor, terutama sektor-sektor yang memiliki pertumbuhan yang progressive tersebut serta tidak luput untuk memperhatikan sektor pertanian disebabkan sektor ini merupakan sektor padat karya. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendukung seperti jalur transportasi, jaringan komunikasi, sarana irigasi, pengunanan teknologi, pengadaan instalasi air bersih, serta menciptakan iklim investasi yang baik bagi investor. Sehingga visi Kabupaten Ponorogo Mukti Wibowo akan tercapai.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126857
      Collections
      • UT - Economics and Development Studies [3213]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository