Show simple item record

dc.contributor.advisorUtomo, Nur Bambang Priyo
dc.contributor.advisorMokoginta, Ing
dc.contributor.authorPerwitasari, Yudhita
dc.date.accessioned2023-10-17T23:32:54Z
dc.date.available2023-10-17T23:32:54Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126781
dc.description.abstractProduksi akuakultur sangat dipengaruhi oleh ketersediaan benih dalam jumlah yang cukup. Untuk menghasilkan benih dengan kualitas yang baik dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas nutrisi pada pakan induk. Nutrisi pakan diketahui mempunyai pengaruh pada perkembangan gonad dan fekunditas ikan (Furuichi, 1988). Salah satu nutrien pakan pada induk yang berpengaruh terhadap keberhasilan reproduksi adalah asam lemak esensial n-3 dan n-6 (Izquierdo et al., 2001). Kebutuhan asam lemak esensial masing-masing spesies ikan berbeda (Furuichi, 1988). Ikan air tawar lebih membutuhkan asam lemak n-6 atau campuran dari asam lemak n-3 dan n-6. Kisaran kebutuhan asam lemak n-3 secara umum antara 0,5 % - 2,5 % (Furuichi, 1988). Berdasarkan penelitian (Meinelt et al., 2000) tentang perkembangan gonad ikan zebra diketahui bahwa ikan tersebut membutuhkan asam lemak n-3 dan asam lemak n-6 dalam ratio yang rendah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari kadar asam lemak n-3 yang berbeda dan kadar asam lemak n-6 tetap (1 %) pada pakan terhadap penampilan reproduksi ikan zebra (Brachydanio rerio ). Ilrnn yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan zebra (Brachydanio rerio) berumur 25 hari. Pemeliharaan cal on induk ikan zebra ini dilakukan selama 2 bulan untuk mencapai keadaan siap mijah. Semua pakan perlakuan yang diberikan mengandung protein sebesar 39 %, lemak 10 %, karbohidrat 38 % dan C/P adalah 8. Sebagai sumber utama asam lemak n-3 digunakan minyak ikan dan sebagai sumber utama asam lemak n-6 digunakan minyakjagung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL ), yaitu dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Semua perlakuan mengandung asam lemak n-6 sama yaitu sebesar 1 %, sedangkan kadar asam lemak n-3 pada pakam1ya yang berbeda-beda yaitu 0 %, 1 % dan 2 %. Ikan kemudian dipijahkan, dan dihitung nilai gonado somatik indeks pra salin dan setelah salin, fekunditas, derajat pembuahan telur, daya tetas telur, laju penyerapan kuning telur dan tingkat kelangsungan hidup larva selama 3 hari. Nilai fekunditas tertinggi ada pada perlakuan dengan kadar asam lemak n-3 sebesar 1 %. Asam lemak esensial diperlukan untuk permeabilitas membran. Kestabilan membran sel-sel di hati menentukan keberhasilan dalam proses vitelogenesis. Ratio asam lemak antara n-3 dan n-6 yang tepat dapat meningkatkan aktivitas vitelogenesis sehingga butir telur yang terbentuk juga meningkat. Demikian juga dengan nilai gonado somatik indek pra salin maupun setelah salin. Pada gonado somatik indeks setelah salin terbukti bahwa asam lemak n-3 yang diberikan dapat meningkatkan nilainya apabi1a kadar asam lemak n-3 dan n-6 yang ditambahkan tepat. Derajat pembuahan telur dan daya tetas telur tertinggi ditemui pada perlak.uan dengan kadar asam lemak n-3 sebesar 1 %. Asam lemak. esensial diperlukan selama proses embriogenesis . Menurut Mokoginta (1992) bahwa asam lemak esensial yang terkandung dalam telur berpengaruh terhadap stadia awal dari embriogenesis dan ak.an menentukan apak.ah embrio tersebut ak.an berkembang atau tidak. Selain itu ratio asam lemak n-3/n-6 yang sesuai dengan kebutuhan embrio dalam telur akan mempengaruhi keberhasilan proses embriogenesis, yaitu diperlihatkan dengan nilai derajat tetas telur yang tinggi (Mokoginta et al., 2000). Laju penyerapan kuning telur dan tingkat kelangsungan hidup larva pada penelitian ini tidak dipengaruhi oleh asam lemak yang diberikan, karena pada saat em briogenesis asam lemak jenuh yang lebih dibutuhkan sebagai sumber energi sedangkan asam lemak tak jenuh, sebagian besar dimanfaatkan untuk membran. Demikian halnya dengan tingkat kelangsungan hidup larva. Pemberian kadar asam lemak yang berbeda dalam pakan induk memberikan pen garuh terhadap fekunditas, derajat pembuahan dan derajat tetas telur. Pada penambahan kadar asam lemak. n-3 sebesar 1,0 %-1,2 % dan n-6 sebesar 1,0% memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan fekunditas, derajat pembuahan telur, dan daya tetas telur. Untuk mendapatkan potensi reproduksi ikan zebra yang lebih optimal disarankan untuk melakukan penelitian dengan kadar asam lemak n-6 yang berbeda.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcIkan zebraid
dc.subject.ddcAsam lemak n-3id
dc.subject.ddcAsam lemak n-6id
dc.subject.ddcPakanid
dc.titlePengaruh Pemberian Kadar Asam Lemak n-3 yang Berbeda pada Kadar Asam Lemak n-6 Tetap (1 persen) dalam Pakan Terhadap Penampilan Reproduksi Ikan Zebra, Brachydanio rerioid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record