| dc.description.abstract | Produksi akuakultur sangat dipengaruhi oleh ketersediaan benih dalam jumlah
yang cukup. Untuk menghasilkan benih dengan kualitas yang baik dapat dilakukan
dengan meningkatkan kualitas nutrisi pada pakan induk. Nutrisi pakan diketahui
mempunyai pengaruh pada perkembangan gonad dan fekunditas ikan (Furuichi,
1988). Salah satu nutrien pakan pada induk yang berpengaruh terhadap keberhasilan
reproduksi adalah asam lemak esensial n-3 dan n-6 (Izquierdo et al., 2001).
Kebutuhan asam lemak esensial masing-masing spesies ikan berbeda
(Furuichi, 1988). Ikan air tawar lebih membutuhkan asam lemak n-6 atau campuran
dari asam lemak n-3 dan n-6. Kisaran kebutuhan asam lemak n-3 secara umum antara
0,5 % - 2,5 % (Furuichi, 1988). Berdasarkan penelitian (Meinelt et al., 2000) tentang
perkembangan gonad ikan zebra diketahui bahwa ikan tersebut membutuhkan asam
lemak n-3 dan asam lemak n-6 dalam ratio yang rendah.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari kadar
asam lemak n-3 yang berbeda dan kadar asam lemak n-6 tetap (1 %) pada pakan
terhadap penampilan reproduksi ikan zebra (Brachydanio rerio ).
Ilrnn yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan zebra (Brachydanio
rerio) berumur 25 hari. Pemeliharaan cal on induk ikan zebra ini dilakukan selama 2
bulan untuk mencapai keadaan siap mijah.
Semua pakan perlakuan yang diberikan mengandung protein sebesar 39 %,
lemak 10 %, karbohidrat 38 % dan C/P adalah 8. Sebagai sumber utama asam lemak
n-3 digunakan minyak ikan dan sebagai sumber utama asam lemak n-6 digunakan
minyakjagung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap
(RAL ), yaitu dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Semua perlakuan mengandung asam
lemak n-6 sama yaitu sebesar 1 %, sedangkan kadar asam lemak n-3 pada pakam1ya
yang berbeda-beda yaitu 0 %, 1 % dan 2 %.
Ikan kemudian dipijahkan, dan dihitung nilai gonado somatik indeks pra salin
dan setelah salin, fekunditas, derajat pembuahan telur, daya tetas telur, laju
penyerapan kuning telur dan tingkat kelangsungan hidup larva selama 3 hari.
Nilai fekunditas tertinggi ada pada perlakuan dengan kadar asam lemak n-3
sebesar 1 %. Asam lemak esensial diperlukan untuk permeabilitas membran.
Kestabilan membran sel-sel di hati menentukan keberhasilan dalam proses
vitelogenesis. Ratio asam lemak antara n-3 dan n-6 yang tepat dapat meningkatkan
aktivitas vitelogenesis sehingga butir telur yang terbentuk juga meningkat. Demikian
juga dengan nilai gonado somatik indek pra salin maupun setelah salin. Pada gonado
somatik indeks setelah salin terbukti bahwa asam lemak n-3 yang diberikan dapat
meningkatkan nilainya apabi1a kadar asam lemak n-3 dan n-6 yang ditambahkan
tepat.
Derajat pembuahan telur dan daya tetas telur tertinggi ditemui pada perlak.uan
dengan kadar asam lemak n-3 sebesar 1 %. Asam lemak. esensial diperlukan selama
proses embriogenesis . Menurut Mokoginta (1992) bahwa asam lemak esensial yang
terkandung dalam telur berpengaruh terhadap stadia awal dari embriogenesis dan
ak.an menentukan apak.ah embrio tersebut ak.an berkembang atau tidak. Selain itu
ratio asam lemak n-3/n-6 yang sesuai dengan kebutuhan embrio dalam telur akan
mempengaruhi keberhasilan proses embriogenesis, yaitu diperlihatkan dengan nilai
derajat tetas telur yang tinggi (Mokoginta et al., 2000).
Laju penyerapan kuning telur dan tingkat kelangsungan hidup larva pada
penelitian ini tidak dipengaruhi oleh asam lemak yang diberikan, karena pada saat
em briogenesis asam lemak jenuh yang lebih dibutuhkan sebagai sumber energi
sedangkan asam lemak tak jenuh, sebagian besar dimanfaatkan untuk membran.
Demikian halnya dengan tingkat kelangsungan hidup larva.
Pemberian kadar asam lemak yang berbeda dalam pakan induk memberikan
pen garuh terhadap fekunditas, derajat pembuahan dan derajat tetas telur. Pada
penambahan kadar asam lemak. n-3 sebesar 1,0 %-1,2 % dan n-6 sebesar 1,0%
memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan fekunditas, derajat pembuahan telur,
dan daya tetas telur.
Untuk mendapatkan potensi reproduksi ikan zebra yang lebih optimal
disarankan untuk melakukan penelitian dengan kadar asam lemak n-6 yang berbeda. | id |