Show simple item record

dc.contributor.advisorPurnamadewi, Yeti Lis
dc.contributor.authorPermana, Iqbal
dc.date.accessioned2023-10-17T08:21:05Z
dc.date.available2023-10-17T08:21:05Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126724
dc.description.abstractPada masa sebelum otonomi daerah, peran pemerintah pusat sangat dominan untuk menentukan kebijakan pembangunan suatu daerah, baik itu pembangunan ekonomi maupun sosial dan politik. Pada saat itu, pemerintah pusat juga menentukan proporsi pembagian dana antar suatu daerah, oleh karenanya banyak terjadi ketimpangan pembagian dana tersebut sehingga menimbulkan ketidakpuasan dari beberapa daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan menurunnya penerimaan negara. Penurunan penerimaan negara tersebut telah mendorong meningkatnya pelaksanaan otonomi daerah yang bersamaan dengan sistem desentralisasi pemerintahan dan keuangan sebagaimana Undang-Undang (UU) yang dikeluarkan pemerintah pusat yaitu Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah dan Undang-Undang (UU) No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah. Kebijakan otonomi daerah ini mengharuskan setiap daerah untuk memenuhi segala sesuatu mengenai pembiayaan pembangunan daerahnya sendiri....id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universtyid
dc.subject.ddcEconomic and Managementid
dc.subject.ddcEconomic scienceid
dc.titleDampak otonomi daerah terhadap penerimaan retribusi daerah dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan retribusi daerah di kota Tangerangid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordEconomic scienceid
dc.subject.keywordInstitut Pertanian Bogorid
dc.subject.keywordMarginal costid
dc.subject.keywordMarginal revenueid
dc.subject.keywordUnit costid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record