Analisis Rantai Persediaan (Supply Chain) Komoditas Jeruk Medan (Studi Kasus di Pasar lnduk Kramat Jati dan Carrefour Cempaka Mas, Jakarta)
Abstract
Saat ini, komoditas hortikultura yang perlu mendapat prioritas pengembangan
secara lebih intensif di Indonesia adalah jeruk. Permintaan jeruk dari tahun ke tahun
terns mengalami peningkatan, bahkan saat ini di Indonesia, jeruk merupakan komoditas
buah-buahan terpenting ketiga setelah pisang dan mangga, bila dilihat dari luas
pertanaman dan jumlah produksi per tahun. Dari tahun 2000 - 2002, komoditi jeruk
menjadi kontributor ketiga dari total produksi nasional. Potensi dan peluang pasar
komoditi buah jeruk segar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, sehingga buahbuahan
termasuk jeruk Medan tersebut menjadi komoditas unggulan untuk memenuhi
kebutuhan ekspor dan meningkatkan pemasaran dalam negeri. Konsekuensi dari kondisi
demikian adalah diperlukannya investasi yang cukup besar dan peningkatan efisiensi
pemasaran di tingkat nasional sehingga tujuan pembangunan pertanian dapat tercapai.
Salah satu kendala penting dalam pengembangan produksi jeruk medan adalah
jarak antara sentra produksi (di Medan) dan pasar (studi kasus di DKI Jakarta) yang
berjauhan, mengakibatkan mata rantai yang panjang sejak dari petani sampai ke
konsumen, sehingga konsumen membayar mahal dari harga yang wajar. Konsumen
akhir membeli dari pengecer atau ritel sebagai lembaga terakhir dalam rantai pasokan
komoditas jeruk medan. Rantai pasokan komoditas jeruk medan dari petani ke
konsumen akhir dapat dilihat melalu1 pendekatan konsep Supply Chain (rantai pasokan)
Management.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola rantai pasokan (supply
chain) dan sebaran nilai (value chain) komoditas jeruk medan dari tingkat petani hingga
tingkat konsumen akhir baik melalui pasar modem maupun pasar tradisional. Ruang
lingkup penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu tidak dapat mengidentifikasikan
posisi horizontal dimensi struktural jaringan dari supply chain untuk komoditi jeruk
Medan dan tidak dapat menganalisis value chain lebih lanjut dengan analisis SWOT,
karena penelitian tidak dilakukan di perusahaan.
Penelitian ini dilakukan di Pasar Induk Kramat Jati dan Carrefour Cempaka
Mas, Jakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data
sekunder. Pengambilan data dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara, dan
literatur - literatur yang relevan dengan penelitian ini., Data kuantitatif yang diperoleh
kemudian diolah dengan program MS Excel 2000 untuk mengetahui marjin, sebaran,
dan bagian yang diterima oleh masing - masing anggota rantai pasokan serta dengan
program Minitab untuk menganalisis tingkat perbandingan perubahan nisbi dari harga .
di tingkat pengecer di Pasar Tradisional dengan harga agennya (supplier) serta harga di
tingkat pengecer di Pasar Modem dengan harga agennya (supplier). Data - data
kualitatif dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan konsep Supply Chain
Management agar diperoleh gambarar. secara mendalam dan obyektif mengenai rantai
pasokan jeruk medan. Penelitian rantai pasokan jeruk medan melalui pasar tradisional
diwakili oleh dua pola rantai pasokan yang melalui Pasar lnduk Kramat Jati dan pasar
grosir Cililitan, sedangkan rantai pasokan melalui pasar modern diwakili oleh
hypermarket Carrefour Cempaka Mas.
Pada ketiga pola rantai pasokan yang dianalisis, penyebaran marjin dan besar
marjin pemasaran memiliki kecenderungan yang sama. Berdasarkan distribusi marjin
dan bagian anggota rantai pasokan pada ketiga rantai pasokan diatas, diperoleh bahwa
penyebaran marjin belum merata diantara ketiga rar1tai pasokan. Penyebaran yang
belum merata karena adanya perlakuan - perlakuan atau biaya - biaya dalam
penanganan komoditas jeruk medan antar anggota rantai pasokan. Berdasarkan analisis
marjin pemasaran, dapat dilihat bahwa rantai pasokan komoditas jeruk medan melalui
pola rantai pasokan 1 paling efisien j ika dibandingkan dengan pola rantai pasokan 2 dan
3, dilihat dari total biaya pemasarannya paling rendah, total keuntungan yang diperoleh
terendah, marjin pemasaran yang rendah, tingkat rasio keuntungan dan biaya yang
diterima paling tinggi, serta farmer's share yang tinggi sehingga pola saluran
pemasaran I dapat memberikan nilai lebih bagi petani.
Berdasarkan nilai elastisitas transmisi harga, dapat diketahui bahwa sistem
pemasaran dari komoditi jeruk medan belum efisien. Komoditas Jeruk Medan
menghadapi pasar tidak bersaing sempuma dan struktur pasar tidak terintegrasi, dimana
nilai Elastisitas Transmisi (Et) f. 1, baik di pasar tradisional maupun modem.
Perilaku pembelian konsumen pada ketiga rantai pasokan dipengaruhi oleh
faktor budaya, faktor pribadi, dan faktor psikologis. Dengan menganalisis keempat
faktor ini, dapat menentukan serta mendesain supply chain secara efisien dan efektif.
Collections
- UT - Agribusiness [4770]
