| dc.description.abstract | Pelepah sawit merupakan salah satu hasil limbah dari proses pemanenan tandan buah sawit (Pruning) dengan jumlah limbah yang dihasilkan hampir menyamai jumlah tandan buah sawit ketika pemanenan. Pelepah sawit dalam ukuran utuh dan penempatan pelepah yang ditumpuk dalam gawangan mati membutuhkan waktu lama agar dapat terurai. Hal ini dapat menimbulkan penyakit pada tanaman sawit karena jamur dari proses penguraian pelepah menular ke tanaman sawit dan dapat menjadi sarang bagi serangga. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan membuat mesin pengempa untuk memipihkan ketebalan pelepah sawit dan memanfatkannya sebagai mulsa organik dalam menanggulangi gulma. Mesin yang dibuat bekerja dengan prinsip pengempaan silinder berpasangan sehingga pelepah akan terdeformasi menjadi bentuk yang lebih pipih. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan mekanik pelepah untuk keperluan desain mesin. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, mesin mempunyai kapasitas maksimum 725.01 kg/jam, torsi maksimum 56.91 N m, gaya maksimum 1376.38 N dan daya maksimum 499.78 Watt. Kapasitas, torsi, dan daya pada pemipihan pelepah meningkat seiring dengan peningkatan ketebalan pelepah Kata kunci: pelepah sawit, mulsa, torsi, gaya, daya, ketebalan | id |