Show simple item record

dc.contributor.advisorDjojomartono, Moeljarno
dc.contributor.advisorMandang, Tineke
dc.contributor.advisorNotoatmodjo, Budiman
dc.contributor.authorPromosiana, Anastasia
dc.date.accessioned2023-09-26T09:02:03Z
dc.date.available2023-09-26T09:02:03Z
dc.date.issued1991
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125529
dc.description.abstractTujuan penelitian adalah untuk mengkaji kemungkinan penggunaan alat tanam kedelai di suatu daerah dan menentukan kebutuhan unit alat tanam kedelai sesuai dengan lahan dan tenaga kerja yang tersedia. Daerah penelitian diambil kabupaten Jember, Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan selama tujuh bulan. Pelaksanaannya dimulai pada awal bulan Mei 1990 sampai awal bulan November 1990. Penelitian ini disponsori oleh Proyek INS/88/007, Food and Agricultural Organization. Untuk mengejar waktu tanam diperlukan suatu alat tanam yang cocok dengan lingkungan serta keadaan kependudukan, sosial, ekonomi yang menyangkut usaha tani dan permodalan. Alat tanam kedelai yang dievaluasi adalah Alat Tanam Kedelai Ditarik oleh Traktor (AKT), "Rolling Inj e_ction Planter" (AKR) dan "Jabber" (AKJ) . Dalam penelitia n ini, pengkajian permasalahan yang ada dilakukan dengan cara pendekatan sistem melalui analisis kebutuhan dari variabel yang tercakup dalam sistem. Identifikasi Sistem digunakan untuk mengetahui hubungan antar komponen di dalam keseluruhan model, ya ng diharapkan dapat digambarkan hubungan fisik (teknis) di dalam negeri. Dari model ya ng tel ah dibangun, dilakukan simulasi. Simulasi dimulai dari tahun 1989 sampai dengan tahun 2000, dengan data awal 1985. Keabsahan model dilihat dari data tahun 1985 sampai dengan tahun 1988. Untuk menganalisis kebutuhan alat tanam kedelai yang dapat menunj ang peningkatan prod uksi kedelai dengan melihat luas tanam dan jumlah tenaga kerja yang ada dibangun permodelan sist em. Untuk pengambilan keputusan penelitian penggunaan alat tanam kedelai digunakan analisis kriteria Bayes. Hasil pe nelitian menunjukkan bahwa, tenaga kerja yang pada tahun 1998 sampai dengan akhir tahun simulasi (tahun 2000) sudah tidak mampu mengerjakan luas tanam yang ada. Dengan kata lain kenaikan luas tanam yang tersedia tidak seimbang dengan kenaikan tenaga kerja yang tersedia, sehingga terjadi kekurangan tenaga kerja. Untuk mencukupi. kekurangan tenaga kerja tersebut diperlukan penambahan tenaga dengan alternatif sebagai berikut : alat tanam kedelai "Jabber" (AKJ) sebesar 464 unit, Rolling Injection Planter" (AKR) sebesar 38 unit, sedang alat tanam kedelai (AKT) sebesar 13 unit. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcField cropsid
dc.subject.ddcSoyabeansid
dc.subject.ddcPlanting machineid
dc.titleSimulasi model sistem kebutuhan alat tanam kedelaiid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record