Show simple item record

dc.contributor.advisorHakim, Dedi Budiman
dc.contributor.authorHilman, Muhammad Rafili
dc.date.accessioned2023-09-19T04:10:03Z
dc.date.available2023-09-19T04:10:03Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124867
dc.description.abstractTujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi output PDB industri besi baja di Indonesia, (2) menganalisis pengaruh shock FDI sektor industri besi baja terhadap output PDB industri besi baja di Indonesia, (3) menganalisis pengaruh shock FDI sektor industri besi baja terhadap variabel nilai tukar, ekspor neto, PMDN, suku bunga internasional (LIBOR), suku bunga pinjaman investasi (4) menganalisis kontribusi variabel nilai tukar, ekspor neto, PMDN, LIBOR, suku bunga terhadap FDI sektor industri besi baja. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Granger Causality (Kausalitas Granger), Vector Auto Regression (VAR) dan Vector Error Correction Model (VECM) dalam mengolah beberapa data time series. Metode yang akan digunakan untuk melakukan analisis pengaruh guncangan FDI sektor industri besi baja terhadap output PDB industri besi baja di Indonesia dan variabel makroekonomi seperti yang telah disebutkan adalah analisis impuls respon (IRF) dan analisis peramalan dekomposisi ragam galat (FEVD). Data utama yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder dan jenis data yang dikumpulkan diantaranya data nilai tukar USD/Rp, PDB sektor industri besi baja, suku bunga internasional (LIBOR), suku bunga pinjaman investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor industri besi baja, Foreign Direct Investment (FDI) sektor industri besi baja, dan ekspor neto logam dasar besi baja. Hasil estimasi VECM model penelitian menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi output PDB industri besi baja di Indonesia terbagi dalam dua periode. Periode jangka pendek menunjukkan bahwa variabel PDB industri besi baja lag kedua berpengaruh signifikan positif, LIBOR lag pertama dan lag kedua berpengaruh signifikan negatif terhadap output PDB industri besi baja di Indonesia. Periode jangka panjang menunjukkan bahwa variabel nilai tukar dan ekspor neto besi baja berpengaruh signifikan yang negatif, FDI sektor industri besi baja, PMDN sektor industri besi baja, LIBOR, dan suku bunga pinjaman investasi berpengaruh signifikan yang positif terhadap output PDB industri besi baja di Indonesia. Pengaruh guncangan FDI sektor industri besi baja terhadap output PDB industri besi baja dan variabel makroekonomi (PMDN, suku bunga pinjaman investasi, LIBOR, nilai tukar, eskpor neto) menunjukkan fakta bahwa FDI sektor industri besi baja memengaruhi fluktuasi output PDB industri besi baja hingga kuartal ke-12, sedangkan variabel makroekonomi rata-rata sampai pada kisaran kuartal ke-20 hingga kuartal ke-50. Kesimpulan lain yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu berdasarkan hasil FEVD secara keseluruhan menunjukkan bahwa variabel PMDN, suku bunga, output PDB besi baja, nilai tukar, LIBOR, serta ekspor neto memberikan proporsi yang relatif lebih tinggi terhadap FDI sektor industri besi baja dalam kuartal yang lebih panjang, sedangkan FDI yang dipengaruhi oleh shock FDI sendiri memberikan proporsi yang relatif lebih tinggi dalam kuartal awal dan pertengahan. Volume impor besi baja yang masih sangat besar dapat dikurangi dengan meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan industri besi baja di Indonesia. Kondisi ini dapat ditunjang salah satunya dengan peningkatan realisasi investasi baik investasi asing seperti Foreign Direct Investment (FDI) ataupun investasi dalam negeri (PMDN). Hal ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk dapat meningkatkan realisasi FDI yang masuk juga ke sektor sekunder seperti industri pengolahan besi baja salah satunya dengan memberikan insentif suku bunga bagi para investor baik investor dalam negeri maupun investor asing. Otoritas moneter selain itu harus memiliki mekanisme yang tepat untuk memelihara kestabilan kurs Rupiah baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang karena ketidakstabilan kurs akan memicu fluktuasi harga barang tradable (ekspor-impor) besi baja di Indonesia. Pemerintah juga dapat memberikan insentif ekspor bagi eksportir besi baja domestik dalam bentuk pajak ekspor yang ringan untuk memacu peningkatan produksi output besi baja di Indonesiaid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEconomics and management - Economic and Developmentid
dc.titleAnalisis Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) terhadap Industri Besi Baja di Indonesiaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordGranger Causality (Kausalitas Granger)id
dc.subject.keywordVector Auto Regression (VAR)id
dc.subject.keywordVector Error Correction Model (VECM)id
dc.subject.keywordtime series dataid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record