Perbandingan Kinerja Ekspor antara Jahe Utuh dan Jahe Bubuk Indonesia di Pasar Asia dan Eropa
Abstract
Indonesia memiliki 500 jenis tanaman biofarmaka yang telah dimanfaatkan di industri dalam maupun luar negeri sebagai bahan baku indsutri obat-obatan, kosmetika, maupun industri makanan dan minuman. Terlebih semenjak Covid-19, healthy lifestyle menjadi tren gaya hidup masyarakat dunia. Jahe, salah satu tanaman biofarmaka dengan tren permintaan yang meningkat di Pasar Asia dan Eropa, terlebih untuk jahe utuh dan jahe bubuk. Dengan berbagai fenomena yang terjadi dalam pasar global selama periode 2012-2021, maka dianalisis kinerja ekspor jahe utuh dan jahe bubuk Indonesia di Pasar Asia dan Eropa dengan menggunakan constant market share (CMS) untuk melihat perbandingannya. Dari hasil analisis diperoleh bahwa di Pasar Asia, jahe utuh dan jahe bubuk Indonesia mengalami penurunan permintaan impor yang disebabkan oleh efek daya saing, sedangkan di Pasar Eropa permintaan impor bubuk Indonesia lebih besar dibanding jahe utuh dan disebabkan oleh efek ukuran pasar and komposisi pasar. Maka sebaiknya eksportir jahe Indonesia memfokuskan ekspornya kepada negara-negara yang secara kontinu memiliki permintaan jahe Indonesia serta meningkatkan kualitas jahe sesuai dengan standar negara tujuan
Collections
- UT - Agribusiness [4791]

