Show simple item record

dc.contributor.advisorSoekarto, Soewarno Tjokro
dc.contributor.advisorSuhartono, Maggy
dc.contributor.advisorThenawijaya
dc.contributor.advisorDjojosobagio, Soewondo
dc.contributor.authorAbubakar, Amhar
dc.date.accessioned2023-09-12T07:14:14Z
dc.date.available2023-09-12T07:14:14Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124649
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metoda identi- fikasi daging sapi segar dan olahan secara imunologik serta untuk mengenal jenis protein daging sapi yang paling peka sebagai antigen. Perlakuan percobaan terdiri atas 6 antigen dari 6 jenis daging sapi yaitu daging segar, dendeng basah, dendeng kering, abon, baso mentah dan baso masak dan dilanjutkan dengan 3 antigen jenis protein hasil isolasi dari daging sapi segar yaitu globulin, mioglobin dan aktomiosin. Produksi antibodi diperoleh dari penyuntikan antigen- kepada kelinci. Aktivitas antigenik dan antibodi diamati secara reaksi imuno- logik dengan terbentuknya garis aglutinasi yang ditandai dengan ter- bentuknya garis presipitasi pada agar. Aktivitas antigenik yang dinyatakan dengan nilai titer tertinggi terdapat pada daging segar, baso mentah dan baso masak sampai pengenceran antiserum 32 kali. Dendeng basah dan dendeng kering garis aglutinasi sampai pada pengenceran antiserum 8 kali. Sedangkan aktivitas antigenik abon sudah berubah karena pemanasan, kehilangan sifat antigenitasnya. Aktivitas antigenik globulin daging lebih baik dibandingkan dengan mioglobin. Globulin mampu menghasilkan garis presipitasi hingga pengenceran antiserum 64 kali, sedangkan mioglobin hanya mampu sampai pengenceran antiserum 16 kali.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnimal productid
dc.subject.ddcMeat treatmentid
dc.titleIdentifikasi daging sapi segar dan olahan secara imunologiid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record