Prediksi Sifat Fisikokimia Anggur Hijau (vitis vinifera L.) secara Nondestruktif Menggunakan Near Infrared Spectroscopy (NIRS)
Abstract
Pengukuran kekerasan, total asam, dan Total Padatan Terlarut (TPT) buah anggur hijau selama ini dilakukan secara manual yaitu dengan cara merusak buah. Pengukuran dengan metode ini akan cukup merugikan karena buah sudah tidak dapat dikonsumsi. Oleh karena itu, perlu dilakukan secara nondestruktif sehingga buah masih bisa untuk dikonsumsi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pengukuran nondestruktif buah anggur hijau adalah metode Near Infrared Spectroscopy (NIRS). Penelitian bertujuan mengkaji metode NIRS untuk prediksi kekerasan, total asam, dan TPT pada anggur hijau secara nondestruktif. Penelitian ini memiliki tujuan khusus yaitu menentukan metode kalibrasi dan validasi terbaik antara metode kalibrasi Partial Least Square (PLS) dan Principal Component Regression (PCR). Sampel yang digunakan yakni buah anggur hijau dengan umur petik 95, 98, dan 105 hari setelah pangkas. Spektrum reflektan buah diukur dengan spectrometer NIRFlex N-500. Kekerasan, total asam, dan TPT diukur menggunakan rheometer dan refraktometer hybrid. Kalibrasi spektra dan parameter sifat fisikokimia anggur dilakukan dengan metode PLS dan PCR. Peningkatan hasil prediksi dilakukan dengan beberapa metode pre-treatment; baseline, normalize, standard normal variate (SNV), multiplicative scatter correction (MSC), de-trending, dan smoothing savitzky-golay (SGs). Akurasi prediksi NIRS ditentukan oleh koefisien korelasi yang tinggi (r ≈ 1), Ratio of Prediction to Deviation (RPD) tinggi (RPD > 1.5), standard error (SE) terendah (SE ≈ 0), dan konsistensi pada rentang 80% - 110%. Hasil prediksi PLS terbaik untuk kekerasan diperoleh pada pre-treatment SGs dengan faktor PLS 8 (r = 0,77, standard error calibration (SEC) = 0,11 kgf, standard error validation (SEP) = 0,12 kgf, RPD = 1,56, konsistensi = 87,12), total asam pada pre-treatment normalisasi dengan faktor PLS 10 (r = 0,84, SEC = 0,12 %, SEP = 0,11 %, RPD = 1,85, konsistensi 103,20 %), TPT pada pengolahan original dengan faktor PLS 6(r = 0,82, SEC = 0,69 °Brix, SEP = 0,74 °Brix, RPD = 1,53, konsistensi 92,66 %). PLS menghasilkan prediksi yang lebih baik dari PCR.
