| dc.description.abstract | Buah-buahan segar merupakan penghasil devisa negara
Indonesia memerlukan penanganan yang lebih seksama. Salah
satu masalah dalam penanganannya adalah sifatnya yang mudah
rusak dan be rumu r pendek. Dengan menurunkan kadar o2 dan
menaikkan kadar co 2 (modifikasi) dalam udara atmosfer
kemasan, menurut Brecht ( 1980) serta Zagory dan Kader
(1988), dapat menurunkan laju respirasi, menurunkan laju
produksi etilen, memperlambat pematangan serta perubahan
yang berkaitan seperti pelunakan buah, perubahan warna,
kehilangan gula dan memperlambat pembusukan. Oleh karena
itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan menentukan
komposisi atmosfer optimum serta jenis plastik kemasan
atmosfer termodifikasi dan membuat simulasi model untuk
menduga umur simpan pada buah belirnbing manis.
Penelitian ini dibagi dua bagian, yaitu pertama
menentukan desain kemasan atmosfer termodifikasi, kedua
pembuatan model pendugaan umur simpan. Untuk bagian
pertama terdiri dari tiga tahap, yaitu pengukuran laju
respirasi, penentuan daerah atmosfer termodifikasi dan
pemilihan jenis film kemasan. Penelitian bagian kedua
terdiri dari tahap penentuan batas umur simpan, penyusunan
model dan pengujian model.
Hasil panelitian ini menunjukkan besarnya laju
respirasi pada suhu 5 dan 10° c tidak berbeda nyata sehingga
panelitian selanjutnya dilakukan pada suhu 1 o0c. Daerah
atmosfer termodifikasi buah belimbing adalah untuk o2 antara
3 - 10% dan untuk CO2 antara 5 - 7%. Janis plastik yang
disarankan untuk kemasan atmosfer termodifikasi bagi
belimbing adalah polypropylene dengan tebal 0,039 mm. Luas
permukaan kemasan antara 247 - 272 cm2 dan berisi satu buah
belimbing dengan berat antara 268 - 301 gram. Dengan
kemasan ini buah belimbing dapat diperpanjang umur
simpannya selama 32 hari lebih lama dibanding tanpa kemasan
yang hanya bertahan selama 8 hari. ... | id |