Show simple item record

dc.contributor.advisorTinaprilla, Netti
dc.contributor.authorSalsabilla, Erika
dc.date.accessioned2023-08-15T07:43:46Z
dc.date.available2023-08-15T07:43:46Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123945
dc.description.abstractDalam upaya mewujudkan swasembada bawang putih, pemerintah telah melakukan upaya berupa pemberian input produksi dan pembentukan kelompok tani. Namun, petani cenderung melakukan usahatani secara individu sehingga program-program yang dibuat belum tersalurkan secara merata dan menyebabkan perbedaan biaya produksi dan pendapatan antara petani anggota dan bukan anggota kelompok tani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keanggotaan kelompok tani terhadap pendapatan usahatani bawang putih. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Sensus Pertanian 2013 yaitu data Survei Rumah Tangga Usaha Tanaman Hortikultura tahun 2014. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dengan metode deskriptif dan kuantitatif dengan analisis pendapatan serta Propensity Score Matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani belum mampu berperan positif terhadap pendapatan usahatani bawang putih. Rata-rata pendapatan, penerimaan, produktivitas, serta biaya total per tahun per hektar yang diperoleh petani anggota kelompok tani masih lebih rendah dibandingkan petani yang bukan anggota kelompok tani. Hal tersebut mengindikasikan bahwa fungsi kelompok tani belum berjalan sepenuhnya secara optimal.id
dc.description.abstractIn order to be self-sufficient in garlic production, the government provides programs such as input subsidies and develop farmer groups. However, farmers tend to do farming individually so that assistance in efforts to be self-sufficient has not been distributed evenly, which will lead to differences in production costs and income between farmer members and non-members of farmer groups. Therefore, this study aims to analyze the impact of farmer group membership on garlic farm income. The data used is secondary data from the 2013 Agricultural Census, namely the 2014 Horticultural Plant Household Survey data. Data processing was carried out qualitatively and quantitatively. Qualitative data analysis with descriptive and quantitative methods with income analysis and Propensity Score Matching. The result shows that farmer group has not capable yet to increase garlic farming income. The average of total income, productivity level, as well as total cost per year per hectare obtained by farmers who are members of farmer groups is lesser than farmers who are not members of farmer group. Hence, it indicates that the function of farmer group is not running optimally yet as it should.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePeran Kelompok Tani terhadap Pendapatan Usahatani Bawang Putih di Tiga Sentra Produksi di Indonesiaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordfarmer groupid
dc.subject.keywordgarlicid
dc.subject.keywordfarm incomeid
dc.subject.keywordpropensity score matchingid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record