Strategi Pengembangan Sapi Pedaging Menggunakan Analisis SWOT di Kabupaten Sumbawa Barat
Date
2023-08-10Author
OKTADILIAN, ADYESTA PREMA
SUHARTI, SRI
WIRYAWAN, I KOMANG G.
Metadata
Show full item recordAbstract
ADYESTA PREMA OKTADILIAN. Strategi Pengembangan Sapi Pedaging
Menggunakan Analisis SWOT di Kabupaten Sumbawa Barat. Dibimbing oleh SRI
SUHARTI dan I KOMANG G. WIRYAWAN.
Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor strategis, merumuskan rekomendasi
program dan implementasi program kerja dalam pengembangan peternakan sapi
pedaging. Penelitian ini menggunakan data primer hasil wawancara (kuisioner)
dengan 56 responden, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data
sekunder diperoleh melalui studi pustaka mengenai kondisi umum wilayah. Data
yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis KPPTR (Kapasitas
Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia), dan analisis SWOT. Hasil penelitian
menunjukkan perhitungan KPPTR di Kabupaten Sumbawa Barat menunjukkan
hasil -4.592,06 ST tahun-1
. Berdasarkan analisis SWOT, beberapa strategi
pengembangan sapi pedaging di Kabupaten Sumbawa Barat antara lain
Peningkatan ketersediaan pakan ternak, pengembangan wilayah berbasis pedaging
(breeding-penggemukan) dengan menerapkan Good Farming
Practices dan Biosecurity, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan
pengembangan usaha ternak berbasis sapi pedaging, Perluasan dan pemerataan
dukungan lembaga pemerintah dan swasta, terkait akses informasi dan permodalan,
dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat masih mempunyai potensi
untuk pengembangan sapi pedaging dengan strategi yang tepat. ADYESTA PREMA OKTADILIAN. Beef Cattle Development Strategy with
SWOT Analysis in West Sumbawa Regency. Supervised by SRI SUHARTI and I
KOMANG G WIRYAWAN.
This study aimed to assess strategic factors, design recommended programs,
and implement viable work plans for beef cattle farming development. Primary data
were collected through interviews with 56 respondents using purposive sampling
and secondary data were compiled from published literature on the region general
conditions. ACRP evaluation, descriptive and SWOT analysis were conducted,
revealing an ACRP value of -4.592.06 AU year-1 for West Sumbawa District.
Based on the SWOT analysis, strategies for beef cattle development in West
Sumbawa Regency include enhancing animal feed availability, establishing
designated cattle areas with good farming practices, improving human resources,
and ensuring equitable institutional support. In conclusion, West Sumbawa
Regency had potential for beef cattle development with the right strategy.
