Show simple item record

dc.contributor.advisorKusumaningrum, Yuliana, Jayanegara
dc.contributor.authorRizki, Miftakhul Amalia
dc.date.accessioned2023-08-10T09:20:07Z
dc.date.available2023-08-10T09:20:07Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123575
dc.description.abstractProbiotik didefinisikan sebagai mikroorganisme hidup yang bila tersedia dalam jumlah yang cukup pada saluran pencernaan dapat memberikan manfaat manguntungkan bagi kesehatan individu tempatnya hidup. probiotik harus memiliki kemampuan untuk bertahan hidup saat melewati kondisi asam yang keras di lingkungan lambung, dan juga harus mampu mencapai usus besar dalam jumlah yang cukup untuk mengaktifkan kolonisasi dan perkembangannya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroenkapsulasi dapat menjaga viabilitas probiotik pangan, yang dipengaruhi oleh penggunaan bahan-bahan mikroenkapsulan dan bentuk delivery system. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan bahan utama mikroenkapsulan dan bentuk delivery system terhadap viabilitas probiotik dengan meta-analisis. Meta-analisis dilakukan terhadap 228 data hasil ekstraksi dari 10 artikel yang dianalisis menggunakan metode Hedges ‘d. Penggunaan bahan mikroenkapsulan yang menunjukkan nilai viabilitas probiotik terbaik secara berturut-turut adalah whey protein. Bentuk delivery system yang paling efektif dalam menjaga viabilitas probiotik adalah core-shell microgels. Jenis bakteri yang paling sedikit mengalami penurunan adalah Lactobacillus rhamnosus ATCC.
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Komponen Utama Bahan dan Bentuk Delivery System Mikroenkapsulan terhadap Viabilitas Probiotik Pangan – Metaanalisis.id
dc.title.alternativeThe Influence of Main Ingredient Components and Microencapsulation Delivery system Forms on the Viability of Probiotic in Food - A Meta-Analysisid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record