Show simple item record

dc.contributor.advisorGiriwono, Puspo Edi
dc.contributor.advisorIndrasti, Dias
dc.contributor.authorWihardi, Alfin Maulana
dc.date.accessioned2023-08-08T13:39:03Z
dc.date.available2023-08-08T13:39:03Z
dc.date.issued2023-08
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123278
dc.description.abstractSenyawa formaldehida adalah kontaminan kimia yang dapat terbentuk secara alami maupun adanya penyalahgunaan zat berbahaya seperti formalin selama proses pengolahan pada ikan. Senyawa formaldehida termasuk senyawa golongan karsinogenik (Grup 1) pada manusia. Ikan adalah salah satu jenis pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat untuk memenuhi asupan zat gizi harian. Seiring masih adanya temuan ikan mengandung senyawa formaldehida baik pada ikan segar dan ikan olahan serta konsumsi ikan yang meningkat setiap tahunnya dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko paparan formaldehida. Perhitungan risiko paparan bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa formaldehida pada beberapa jenis ikan yang beredar di masyarakat dan menghitung risiko bahaya formaldehida pada beberapa jenis ikan sehingga diperoleh informasi mengenai tingkatan risiko paparan pada masyarakat. Risiko paparan dilakukan dengan pendekatan deterministik pada masyarakat di Kecamatan Dramaga. Perhitungan risiko paparan dilakukan dengan survei konsumsi ikan di masyarakat dengan metode food frequency questionnaire (FFQ), analisis kadar formaldehida pada beberapa jenis ikan dengan metode spektrofotometri UV-Vis, kajian paparan, dan karakterisasi risiko. Data yang diperoleh meliputi data konsumsi ikan harian, data berat badan responden, dan nilai kadar formaldehida pada beberapa jenis ikan yang beredar di masyarakat kemudian dilakukan kajian paparan untuk mengetahui nilai estimasi paparan harian formaldehida pada tingkat konsumsi ikan rata-rata. Karakterisasi risiko dilakukan dengan menggunakan hazard quotient (HQ) dengan membandingkan nilai paparan harian formaldehida dengan nilai batas maksimum paparan oral (RfD) senyawa formaldehida. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata konsumsi ikan asin peda, ikan teri asin nasi, ikan asin japuh, dan ikan teri tawar adalah 11,58 ± 8,32; 8,85 ± 4,93; 7,72 ± 4,51; dan 9,85 ± 6,45 g/hari. Nilai kadar formaldehida dari empat jenis ikan tersebut berkisar antara 8,30 – 105,09 mg/kg ikan. Nilai rata-rata paparan harian formaldehida pada ikan asin peda, ikan teri asin nasi, ikan asin japuh, dan ikan teri tawar adalah 0,0025; 0,0088; 0,0146; dan 0,0014 mg/kg bb/hari. Nilai rata-rata HQ pada ikan asin peda, ikan teri asin nasi, ikan asin japuh, dan ikan teri tawar terhadap seluruh kelompok usia adalah 0,0125; 0,0440; 0,0730; dan 0,0070. Nilai HQ secara keseluruhan pada penelitian ini lebih kecil dari 1 menunjukkan bahwa risiko paparan formaldehida pada masyarakat dari ikan asin di Kecamatan Dramaga masih dalam batas aman.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleRisiko Paparan Formaldehida dari Beberapa Jenis Ikan pada Masyarakat di Kecamatan Dramagaid
dc.title.alternativeExposure Risk of Formaldehyde from Several Species of Fish in Dramaga Sub-district Communityid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordformaldehidaid
dc.subject.keywordikanid
dc.subject.keywordkajian paparanid
dc.subject.keywordrisikoid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record