Show simple item record

dc.contributor.advisorAsngari, Pang S.
dc.contributor.advisorTjitropranoto, Prabowo
dc.contributor.advisorGani, H. Darwis S.
dc.contributor.authorSulamto
dc.date.accessioned2023-07-16T01:30:33Z
dc.date.available2023-07-16T01:30:33Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121997
dc.description.abstractPembangunan Nasional di bi.dang kesehatan mrupakan upaya bangsa Indonesia untuk mencapai kemmpuan hidup sehat bagi setiap penduduk, agar dapat mewujudkan kesehatan yang optimal. Berbagai upaya kesehatan tersebut pada dasarnya mnunjukkan telah terjadi perubahan orientasi dalam pembangunan kesehatan ialah: dari orientasi kedokteran yang menekankan pada upaya kuratif dan rehabilitatif serta dilaksanakan oleh petugas yang profesional, beralih kepada orientasi kesehatan yang melaksanakan kepada keserasian upaya kesehatan kuratif dan rehabilitatif dengan upaya kesehatan promotif dan preventif yang dilaksanakan bersama antara petugas kesehatan, petugas non kesehatan dan masyarakat. Banyak faktor yang mempengaxuhi jangkauan pelayanan kesehatan, antara lain faktor-faktor sosiokultural dan psikososial, yang mengakibatkan masih rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan yang ada. Hal ini mengakibatkan pula masih tingginya angka kematian bayi (AKB), yang merupakan pula salah satu indikator tingkat kesehatan masyarakat, sehingga upaya kearah penurunan AKB mendapatkan prioritas utama. dalam pembangunan kesehatan. Upaya ini dirumuskan dalam suatu kebijaksanaan yang di kenal denga n kesepakatan keterpaduan pelayanan keluarga berencana dan kesehatan (KB-KES). Kesepakatan tersebut dimantapkan menjadi kebijaksanaan pemerintah bahwa pos pelayanan terpadu (Posyandu) sebagai sarana keterpaduan pelayanan KB-KES. Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah tersebut maka. partisipasi masyarakat setempat sangat menentukan keberhasilan kegiatan Posyandu. Berkenaan dengan hal tersebut keadaan sebenamya masyara.kat telah dipersiapkan sehingga mereka mampu dan mau berpartisipasi secara aktif dalam upaya peningkatan kesehatan mereka sendiri per lu diketahui. Masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu?, (2) Apakah ada tubungan antara usia, pendidikan, pendapatan dengan kemal:puan, kemauan dan partisipasi dari kader dan peserta Posyandu, dalam kegiatan Posyandu?; dan (3) Apakah ada hubungan antara kemampuan dan kemauan dengan partisipasi peserta dan kader posyandu, maupun tokoh masyarakat dalam kegiatan posyandu?. Tujuan penelitian ialah mengetahui : (1) Tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu, dan (2) tubungan antara partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu dengan: (a) Kemampuan dan kemauan masyarakat, (b) Usia, tingkat pendidikan dan pendapatan serta hubungan antara kemampuan dan kemauan peserta maupun kader Posyandu, (c) Kemampuan dan kemauan peserta, ksder Posyandu serta tokoh masyarakat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcMedical scienceid
dc.subject.ddcPublic healthid
dc.subject.ddcRural public healthid
dc.titlePartisipasi masyarakat desa dalam peningkatan kegiatan pos pelayanan terpadu (Posyandu): kasus di desa desa Kabupaten Semarangid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordPosyanduid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record