Show simple item record

dc.contributor.authorMargiwiyatna, Agus
dc.date.accessioned2023-07-06T14:40:44Z
dc.date.available2023-07-06T14:40:44Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121055
dc.description.abstractPemasaran komoclitas hortikultura, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri, mempunyai prospek yang baik. Jeruk merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai permintaan pasar yang kuat clalam bentuk segarnya. Kebijaksanaan pengembangan jeruk yang dicanangkan di Indonesia clitujukan untuk meningkatkan produksi jeruk guna menuhi permintaan pasar tersebut. Namun, jeruk mempunyai karakteristik yang muclah rusak sehingga menjacli kendala untuk pemasaran . Oleh karena itu perlu dicari teknologi pasca panen jeruk yang dapat memperpanjang umur simpan selama pemasaran Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap laju kerusakan komoditas yang telah dipanen. Kondisi suhu lingkungan yang berbeda, tergantung pola suhu-waktunya, akan memberikan pengaruh yang berbeda pula. Bila suhu lingkungan yang dialami oleh jeruk dalam tahap pasca panen tetap, maka perubahan mutu yang terjadi dapat diduga berdasarkan pengalaman. Namun, selama pengangkutan jeruk tidak selalu berada dalam lingkungan yang bersuhu tetap, karena itu perlu dilakukan usaha untuk menduga perubahan mutu jeruk berdasarkan data suhu-waktu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) menentukan indikator mutu jeruk Siem yang mempengaruhi penerimaan konsumen, (2) mengamati perkembangan perubahan indikator mutu jeruk Siem selama penyimpanan. (3) menyusun program komputer untuk menduga perubahan indikator mutu jeruk Siem selama penyimpanan, dan (4) menguji program yang disusun dengan hasil percobaan. komputer Dalam penelitian ini, penyusunan model penduga perubahan mutu jeruk dalam penanganan pasca panen berdasarkan hipotesis toleransi waktu-suhu. Adapun indikator mutu yang dipertin- bangkan adalah sifat reologi, susut bobot, dan pH, karena ketiga faktor tersebut menunjukkan perubahan yang akumulatif selama penyimpanan berdasarkan hasil penelitian Sipayung (1976). Efendi (1986), Madawiwaha (1988), dan Waluyo (1990). Bahan utama yang digunakan adalah jeruk Siem (Citrus no- bilis) varietas lokal yang diperoleh dari kebun jeruk di kecamatan Ciomas, kabupaten Bogor. Kriteria jeruk yang digunakan adalah jeruk matang, diameter rata-rata berkisar 5 - antara 6.5 cm, dan tidak mengalami kerusakan mekanis (secara visual). Dalam penelitian ini jeruk dikemas dengan "styrofoam tray" dan "stretch film". Laju respirasi diukur dengan menyimpan jeruk dalam stoples gelas.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcCitrusid
dc.subject.ddcCitrus nobilisid
dc.subject.ddcPostharvestid
dc.titlePendugaan Perubahan Mutu Jeruk Siem (Citrus nobilis) Dalam Penanganan Pasca Panenid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordjeruk siemid
dc.subject.keywordCitrus nobilisid
dc.subject.keywordpasca penenid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record