| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk menduga dampak Proyek PLTA Asahan terhadap lingkungan hidup di Kabupaten Tapanuli Utara. Komponen lingkungan yang diduga akan terkena dampak proyek dan kegiatan-kegiatan Proyek PLTA Asahan di susun dalam suatu matriks. Analisis dilakukan menurut matriks Fishers dan Davies (1973) yang terdiri dari 3 tahap penilaian yaitu tahap evaluasi dasar, tahap pendugaan pengaruh kegiatan dan tahap pengambilan keputusan.
Dari hasil penelitian diperoleh kenaikan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Tapanuli Utara 4 %, Dimana keadaan sebelum pembangunan 67 % dan sesudah pembangunan meningkat menjadi 71 %, Dampak Proyek PLTA Asahan terbagi 3 tahap yaitu tahap prakonstruksi, tahap konstruksi dan tahap operasionil. Memberikan dampak rata-rata 71% (prakonstruksi),78 % (konstruksi) dan 69 % (operasionil).
Menurunnya kualitas lingkungan hidup dalam tahap oper sionil, ini terutama karena terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh kontraktor-kontraktor sehingga menimbulkan ke tegangan sosial dan keresahan masyarakat, dan mengurangi laju perekonomian masyarakat.
Kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak terbesar terhadap lingkungan adalah sarana kesehatan, rumah ibadah, pem bangunan pasar, pendidikan, pariwisata, transportasi, jaringan transmisi, pembangunan bendungan Sigura-gura/Hydrolitrik, survey dan persiapan lapangan, pemukiman dan perkantoran, bendungan Siruar, ganti rugi tanah, bendungan Tangga/hydrolistrik, pengerukan dan perbaikan aliran pemindahan penduduk dan Quarry. | id |