Show simple item record

dc.contributor.advisorKusumaningrum, Harsi.D
dc.contributor.advisorDewanti-Hariyadi, Ratih
dc.contributor.authorRatnasari, Yanti
dc.date.accessioned2023-06-14T05:40:56Z
dc.date.available2023-06-14T05:40:56Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119090
dc.description.abstractBerbagai informasi keamanan pangan yang memadai diperlukan untuk menetapkan kebijakan keamanan pangan (evidence based information). Informasi yang diperlukan tersebut dapat dikumpulkan melalui program surveilan penyakit akibat pangan. Surveilan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan dan surveilan laboratorium merupakan metode yang digunakan untuk surveilan penyakit akibat pangan. Namun pelaksanaan penelusuran penyebab KLB keracunan pangan di Indonesia masih jauh dari harapan. Lebih dari 50% kejadian keracunan pangan tidak terkonfirmasi penyebabnya. Di samping itu surveilan laboratorium saat ini masih belum banyak dilakukan, walaupun ada beberapa yang sudah melakukan, namun data surveilan tersebut belum terintegrasi secara nasional. Data surveilan penyakit akibat pangan dapat diperoleh dari hasil uji spesimen klinis dan sampel pangan. Kemampuan laboratorium diperlukan untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipercaya. Sampai saat ini belum ada informasi yang lengkap mengenai kemampuan uji dari laboratorium pemerintah, khususnya untuk pengujian sampel pangan. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian kemampuan laboratorium pemerintah dalam menguji bahaya pada pangan. Ruang lingkup kegiatan ini yaitu pemetaan kemampuan laboratorium di Indonesia dalam melakukan pengujian bahaya mikrobiologis dan kimia yang dapat mencemari pangan. Bahaya mikrobiologis yang dimaksud adalah bakteri, protozoa parasit dan cacing, serta virus yang mencemari pangan. Sedangkan bahaya kimia yang dimaksud meliputi bahan kimia yang dilarang, logam berat, residu antibiotik, residu hormon, residu pestisida, serta toksin (dari ikan/kerang, bakteri, dan dari jamur/kapang). Kajian difokuskan pada kemampuan laboratorium Badan POM baik di Pusat maupun daerah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh peta kemampuan laboratorium pemerintah di Indonesia, khususnya laboratorium Badan POM, meliputi kemampuan pengujian bahaya mikrobiologi maupun kimia pada pangan. Selanjutnya dirumuskan rekomendasi peningkatan kemampuan laboratorium untuk memperkuat surveilan penyakit akibat pangan di Indonesia. Tahapan penelitian ini meliputi identifikasi laboratorium yang terkait dengan keamanan pangan, survei kemampuan laboratorium, serta perumusan rekomendasi laboratorium rujukan dan rekomendasi untuk penguatan laboratorium. Survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data diolah dengan program Microsoft office excel 2003. Pemetaan laboratorium dilakukan berdasarkan kemampuan pengujian laboratorium Badan POM dan laboratorium bukan Badan POM, baik di Pusat maupun di daerah. Dari pengolahan data dibuat rekomendasi laboratorium rujukan dan penguatan laboratorium untuk Badan POM......dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Argicultural University (IPB)id
dc.subject.ddcLaboratory chemistryid
dc.subject.ddcFood borne diseaseid
dc.titleKajian Kemampuan Laboratorium Dalam Pengujian Bahaya Pada Pangan Untuk Memperkuat Surveilan Penyakit Akibat Pangan di Indonesiaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordLaboratory Capacity Assessmentid
dc.subject.keywordFood-borne Disease (FBD) surveillanceid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record