Show simple item record

dc.contributor.advisorHariyadi
dc.contributor.advisorHerison, Catur
dc.contributor.authorSuwito, Edi
dc.date.accessioned2023-06-13T15:53:14Z
dc.date.available2023-06-13T15:53:14Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119036
dc.description.abstractPembangunan nasional yang dilakukan dalam beberapa dasawarsa terakhir menghasilkan efek negatif dalam upaya pembangunan itu sendiri, pembangunan yang hanya terarah pada kawasan perkotaan, telah memberikan berbagai akses (urban bias). Hal ini dilatarbelakangi oleh konsep kota sebagai pusat pertumbuhan tidak memberikan efek penetesan kebawah, tetapi melakukan pengurasan sumberdaya (backwash) dari wilayah sekitarnya yang menyebabkan disparitas wilayah. Oleh karena itu dalam rangka menyeimbangkan pemerataan dan percepatan pembangunan pertanian dan perdesaan setara dengan perkotaan, maka pemerintah mencanangkan program pengembangan kawasan agropolitan sebagai salah satu siasat pilihah strategis. Pengembangan kawasan agropolitan memiliki keunggulan: (1) mendorong desentralisasi pembangunan dan wewenang, (2) jembatan penghubung antara wilayah perkotaan dan perdesaan, dan (3) menekankan kepada pengembangan ekonomi berbasis sumberdaya lokal pelibatan sebanyak mungkin masyarakat. Tujuan penelitian adalah (a) menganalisis potensi kawasan dalam mendukung pengembangan agropolitan, (b) mengevaluasi tingkat kinerja perkembangan kawasan agropolitan Perpat, (c) menganalisis status keberlanjutan dan skenario pengembangan kawasan agropolitan. Penelitian dilakukan pada kawasan agropolitan Perpat Belitung, selama bulan November 2009 sampai dengan bulan Maret 2010. Metode penelitian adalah studi literatur, survey lapangan, wawancara/ quesioner. Analisis-analisis yang digunakan antara lain (1) analisis Location Quetient (LQ), (2) Analisis unggulan dan andalan, (3) metode pendekatan Multi Dimensional Scaling (MDS) Rap-Agrop, (4) analisis Laverege, (5) analisis Monte Carlo dan (6) analisis Prospektif Hasil kajian menunjukkan bahwa basis komoditas dominan tersebar pada 5 kecamatan kawasan agropolitan untuk komoditas tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Untuk basis penggerak perekonomian masyarakat ditemukan 4 komoditas unggulan yaitu : padi (komoditas tanaman pangan), lada (komoditas perkebunan), sapi potong (komoditas peternakan) dan ikan laut (komoditas perikanan). Tingkat kinerja perkembangan menunjukkan kawasan agropolitan Perpat Belitung termasuk dalam kategori PRA II Kawasan Agropolitan dengan nilai indeks gabungan 36,88% dan Indeks gabungan status keberlanjutan kawasan sebesar 48,23% menunjukkan status keberlanjutan kawasan agropolitan Perpat termasuk dalam kriteria kawasan kurang berkelanjutan. Terdapat 3 dimensi yang menyebabkan status kurang berkelanjutan dan belum optimal dalam menunjang program agropolitan yaitu dimensi infrastruktur dan teknologi, hukum & kelembagaan serta ekologi......dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Argicultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPhysical planningid
dc.subject.ddcRegional planningid
dc.titleEvaluasi Kinerja dan Status Keberlanjutan Kawasan Agropolitan Perpat Kabupaten Belitungid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordCommoditiesid
dc.subject.keywordAgropolitanid
dc.subject.keywordSustainabilityid
dc.subject.keywordKey Factorid
dc.subject.keywordMain Factorid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record