Penampilan produksi dan reproduksi sapi peranakan ongole di perkebunan kelapa Pangandaran
View/ Open
Date
1981Jenis/Type
ThesisAuthor
Usri, Nasipan
Natasasmita, Asikin;
Gunardi, Eddie;
Toelihere, Mozes R.;
Metadata
Show full item recordAbstract
FARIFA USI. Penampilan Produksi dan Reproduksi Sad rerenskan Ongole di Perkebunan Kelepa kangandaran, di bawah bimbingan ABITI HATAGASIYA sebagai ketus, bis G.DI dan HOZZS R. YOOL sebagai anggota.
Tujuan penelitian ini ialah wempelajari kurva portubuhen sapi Peranakan Ongole deri sejak lehir sampai uur 12 bulen, baik untuk jantan maupun betins. Di samping itu dipelajari pula mengenai bobot lahir, bobot sepih, pertum bulian pedet selama menyusu, pertumbuhan pasca menyusu SE-pai umur 12 bulan serta kaitannya dengan faktor kelamin don musia. Jumlah podet yang digunakan dalam penelitian ini ekor, diaenk dari 56 pedet yang tersedia. Hal ini sesuai dengan disain fattorial 2 x 2 dalan ranesagan seak lengkap, nebegai alat dalsu smaliss. Pertumbuhan aclana senyusu dan ресса педаu dianalise dengan uji regresi dan korolasi.
Dalan penelitian ini telah dipelajari pula berbuget ko terangan dasar nongenai sifat berbiak sapi Peranckan Ongole Vang antara lain neliputi bobot badan dan waar induk pada Beat konsepsi pertama, service/conception pada kebuntingan pertama dan kedus, laus buntis pertame, perkawinan dan ke-burstingan kembali setelah melahirkan pertama dan selang ke-iran pertens kedua. Keterangan produktivitas kelapa di bendingkan antara produksi kelapa di areal peternakan (Jongormanggu) dan di luar areal Peternakan (Pegagan)
Bobot lahir rata-rata 21,43 ± 3,44 kg, dengan perinci-an 23,18 ± 3,13 kg untuk pedet jantan dan 19,68 2,77 kg untuk betins. Faktor kelamin berpengaruh sangat nyata ter-hadap bobot lahir (P<0,01). Bobot sapih dipengaruhi sangat nyata (F<0,01) oleh faktor kelamin dan musim. Rata-rata bo-bot sapih pedet jantan 110,99 ± 18,31 kg, pedet betina 95,99 13,77 kg sedangkan rata-rata bobot sapih keseluruhan tan-pa membedakan kelamin 103,49 ± 17,72 kg.
Pertumbuhan pedet selama menyusu membentuk garis regre-si linier sangat nyata (P<0,01) dengan persamaan Y = 24,8475 + 13,5207 X untuk pedet jantan yang lahir musim hu-Jan, Y = 25, 9875 + 9, 5425x untuk pedet jantan yang lahir musim kemarau, mathbb Z = 24, 5078 + 10, 8374 + x untuk pedet betina yang lahir musim hujan dan Y = 21, 3925 + 8, 6667x untuk pe-det betina yang lahir musim kemarau. Pertumbuhan pasca me-nyusu pedet betina yang lahir musim hujan dan kemarau men-bentuk garis regresi linier sangat nyata (P<0,01) dengan persaraan x = 7c, 1238 + 4, 4571x * dan Y = 50, 6133 + 4 ,6800* . Pertumbuhan pasca menyusu pedet jantan yang lahir musim hu-Jan membentuk garis linier secara nyata (P<0,05) dengan per samaan Y = 53, 9284 + 7, 1/577 * X sementara pedet jantan yang Lahir musim kemarau membentuk garis linier sangat nyata P (0,01) persamaan underline Y = 50, 0l + 0 ,7163:
Collections
- MF - Animal Science [1370]

