| dc.description.abstract | Pepaya biasa dipanen pada kondisi masih hijau tetapi sudah tua. Tingkat
ketuaan pepaya saat panen ditentukan berdasarkan tujuan pasar. Pengetahuan
tentang tingkat ketuaan pepaya dan pengaruhnya terhadap perubahan kualitas
pascapanen selama penyimpanan sangat penting berkaitan dengan tujuan pasar.
Perubahan kualitas pepaya meliputi perubahan fisik dan kandungan kimia. Namun
perubahan kandungan kimia biasa diukur dengan metode kimia yakni secara
destruktif, membutuhkan waktu lama, dan biaya mahal. Oleh karena itu metode
nondestruktif perlu dikembangkan untuk mengetahui kandungan kimia pepaya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi kualitas pepaya dengan
spektroskopi NIR dan menganalisis pengaruh umur petik pepaya varietas IPB9
terhadap perubahan kualitas dan masa simpannya. Sampel buah pepaya dipanen
pada umur petik 114, 121, 128, 131, dan 135 hari setelah bunga mekar. Setelah
dipanen, pepaya diperam dalam alat pemeram buatan dengan perlakuan
penambahan gas etilen ±50 ppm selama 24 jam pada suhu 20 °C. Setelah proses
pemeraman, sampel buah pepaya diletakkan di suhu ruang. Hasil pengukuran
dengan spektroskopi NIR nilai reflektan sampel berkisar 1000-2500 nm.
kemudian diolah dengan metode PLS untuk memperoleh hasil kalibrasi dan
validasi terbaik. Enam perlakuan data spektra yakni normalisasi antara 0 dan 1
(n01), turunan pertama (dg1), turunan kedua (dg2), rataan tiga titik (sa3), multiple
scatter correction (msc), dan standard normal variate (snv). Transformasi data
hasil pengukuran sifat fisik dan kimia dengan metode standar.
Hasil pengukuran, buah pepaya dengan umur petik 128 hari memiliki
kandungan pati tertinggi dan nilai total padatan terlarut tertinggi pada hari kelima
setelah pemeraman sebesar 6.7 °Brix, serta memiliki umur simpan terlama. Umur
petik pepaya 135 dan 131 hari memiliki nilai total padatan terlarut tertinggi
sebesar 8.3 °Brix dan 7.5 °Brix pada hari ketiga setelah pemeraman dan memiliki
umur simpan yang lebih pendek dari 128 hari. Umur petik pepaya 121 dan 114
hari memiliki nilai total padatan terlarut yang masih rendah.
Prediksi nilai kandungan pati terbaik dengan transformasi data dan pra
perlakuan kombinasi (msc, dg1) dengan nilai R, SEC, SEP, CV, dan RPD
berturut-turut 0.90, 0.17 %, 0.16 %, 10.95 %, dan 2.15. Prediksi nilai total padatan
terlarut terbaik dengan transformasi data dan pra perlakuan msc dengan nilai R,
SEC, SEP, CV, dan RPD berturut-turut 0.90, 0.124 %, 0.123 %, 4.85 %, dan 2.27.
Prediksi nilai kadar air terbaik dengan transformasi dan pra perlakuan dg1 dengan
nilai R, SEC, SEP, CV, dan RPD berturut-turut 0.84, 0.03 %, 0.04 %, 0.43 %, dan
1.85. Prediksi nilai kekerasan terbaik dengan transformasi dan pra perlakuan snv
dengan nilai R, SEC, SEP, CV, dan RPD berturut-turut 0.88, 0.28 %, 0.30 %,
12.67 %, dan 2.09. Spektroskopi NIR dapat memprediksi kualitas pepaya dengan
baik secara nondestruktif. | id |