| dc.description.abstract | Pemurnian CPO menghasilkan salah satu produk samping, yaitu tanah pemucat bekas pakai (spent bleaching earth, SBE) yang merupakan limbah dari pemucatan CPO. Pada umumnya industri minyak goreng akan membuang SBE pada suatu lahan tertentu tanpa melakukan treatment terlebih dahulu, sehingga lama kelamaan akan menumpuk dan meninggalkan bau yang tidak sedap karena terjadi proses oksidasi pada sisa minyak yang terdapat pada limbah SBE. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi terbaik suatu pemucatan CPO dengan tanah pemucat hasil reaktivasi spent bleaching earth (SBE) dan melakukan proses reuse (penggunaan secara berulang) SBE pada pemucatan CPO. SBE direaktivasi pada suhu 300oC selama 1 jam dengan penambahan HNO3 2, 3.5 dan 5%. Bentonit sebagai tanah pemucat hasil reaktivasi SBE kemudian digunakan pada pemucatan CPO dengan jumlah tanah pemucat yaitu 1,2,3,4 dan 5% dari berat CPO.
Kejernihan BPO (%T) yang dihasilkan dari pemucatan CPO menggunakan bentonit sebagai tanah pemucat hasil reaktivasi SBE dengan variasi konsentrasi HNO3 sebagai aktivator SBE berkisar antara 32.9±0.7–94.0±0.4 %T dan nilai BE tanah pemucat yang dihasilkan berkisar antara 24±2–95.8±0.3%. Kondisi terbaik pemucatan CPO menggunakan bentonit sebagai tanah pemucat hasil reaktivasi SBE dengan variasi konsentrasi HNO3 yang digunakan sebagai aktivator dalam menghasilkan tanah pemucat diperoleh pada perlakuan jumlah tanah pemucat sebanyak 5% dari berat CPO, yang mana tanah pemucat tersebut dihasilkan pada penggunaan konsentrasi HNO3 5%. Pada kondisi tersebut dihasilkan nilai kejernihan BPO yang tertinggi yaitu 94.0±0.4 %T dan BE tanah pemucat yang tertinggi yaitu 95.8±0.3%. Pemucatan CPO menggunakan tanah pemucat hasil reaktivasi SBE dengan penambahan HNO3 5% menghasilkan nilai konstanta ukuran relatif luas permukaan tanah pemucat (K) sebesar 141 dan nilai konstanta potensial adsorpsi (n) sebesar 0.6. Nilai K dan n tersebut diperoleh dari persamaan isotherm Freundlich. Nilai tersebut paling besar dibandingkan yang lainnya serta memenuhi persyaratan SNI 13-6336-2000, sehingga penambahan HNO3 5% pada reaktivasi SBE digunakan untuk pemakaian secara berulang (reuse) selanjutnya.
Pemucatan CPO selanjutnya dengan 3 jenis tanah pemucat yang menghasilkan nilai kejernihan BPO (%T) berkisar antara 62±1–97.4±0.4 %T dan nilai BE tanah pemucat berkisar antara 67±1–98.2±0.3%. Kondisi terbaik pemucatan CPO diperoleh pada perlakuan penambahan tanah pemucat sebanyak 5% dari berat CPO menggunakan bentonit hasil reaktivasi SBE yang ke-3. Pada kondisi tersebut dihasilkan nilai kejernihan BPO yang tertinggi yaitu 97.4±0.4 %T. Pada kondisi tersebut juga dihasilkan nilai bleaching efficiency (BE) tanah pemucat yang tertinggi yaitu 98.2±0.3%.
Minyak hasil pemucatan CPO (bleached palm oil, BPO) dengan penggunaan tanah pemucat secara berulang (reuse) hasil reaktivasi dibandingkan terhadap minyak hasil pemucatan CPO (bleached palm oil, BPO) menggunakan fresh ...dst | id |