Show simple item record

dc.contributor.advisorAndarwulan, Nuri
dc.contributor.advisorHariyadi, Purwiyatno
dc.contributor.authorAffandi, Arief Rakhman
dc.date.accessioned2023-06-05T06:18:16Z
dc.date.available2023-06-05T06:18:16Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118357
dc.description.abstractMinyak sawit merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang menjadi unggulan negara Indonesia. Teknologi pengolahan minyak sawit sangat diperlukan untuk menciptakan produk-produk turunan minyak sawit yang berkualitas. Salah satu produk turunan minyak sawit adalah emulsifier. Pada saat ini, emulsifier telah banyak digunakan dalam industri pangan (es krim, bakeri, cookies, dan lain sebagainya). Jenis emulsifier yang telah banyak digunakan oleh industri pangan adalah dalam bentuk mono dan diasilgliserol (MDAG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan mono- dan diasilgliserol (MDAG) melalui reaksi gliserolisis skala pilot plant, yaitu reaksi khusus transesterifikasi minyak yang diolah pada suhu tinggi serta ditambahkan gliserol dan katalis (Tarigan 2002). Reaksi gliserolisis dalam penelitian ini menggunakan katalis NaOH. Penggunaan katalis ini memungkinkan reaksi gliserolisis berjalan pada suhu yang tidak terlalu tinggi serta waktu yang tidak terlalu lama. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dari produk MDAG yang telah dibuat meliputi komposisi fraksi MAG, DAG, dan TAG, kisaran titik leleh (slip melting point), kadar asam lemak bebas (ALB), kandungan gliserol bebas, dan bilangan iod. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap. Tahap yang pertama adalah karakterisasi minyak fully hydrogenated stearin (FH stearin) sebagai bahan baku, tahapan kedua adalah sintesis MDAG skala laboratorium, tahapan ketiga adalah kedua adalah sintesis MDAG skala pilot plant, sedangkan tahap yang terakhir adalah karakterisasi produk emulsifier MDAG yang telah dihasilkan. Tahapan dilakukannya sintesis MDAG skala laboratorium bertujuan untuk mengetahui kondisi yang akan digunakan berdasarkan dari hasil studi literatur awal serta mengetahui komposisi fraksi MAG, DAG, dan TAG dari produk yang dibuat dengan menggunakan Gas Chromatography. Pada tahap ini diketahui kondisi optimum untuk reaksi gliserolisis yaitu menggunakan suhu 180oC dan waktu reaksi selama 120 menit. Tahap sintesis MDAG skala pilot plant akan menggunakan kondisi optimum yang didapatkan dari tahap sintesis skala laboratorium. Tahap ini berguna sebagai persiapan pada tahapan proses selanjutnya. Berdasarkan hasil ujicoba, diketahui bahwa kondisi optimum mengalami pergeseran waktu reaksi menjadi 180 menit dengan suhu reaksi yang sama (180oC). Kondisi reaksi ini dapat menghasilkan produk dengan kandungan MAG sebesar 57% dan DAG 37%. Tahap proses sintesis MDAG skala pilot plant yang dilakukan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor peubah, yaitu suhu dan waktu reaksi. Hasil rancangan percobaan ini akan digunakan untuk memproduksi MDAG dengan berbagai kombinasi perlakuan percobaan. Analisis yang dilakukan pada produk MDAG akhir untuk mengetahui karakteristik sifat fisikokimia produk tersebut antara lain komposisi mono dan diasilgliserol, kadar asam lemak bebas (ALB), kandungan gliserol bebas, titik..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titleStudi Sintesis Mono - Diasilgliserol (MDAG) Dengan Metode Gliserolisis Skala Pilot Plantid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordstearin terhidrogenasi sempurnaid
dc.subject.keywordgliserolisisid
dc.subject.keywordmono – diasilgliserolid
dc.subject.keywordskala pilot plantid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record