Show simple item record

dc.contributor.authorDefieta
dc.date.accessioned2010-05-05T02:51:48Z
dc.date.available2010-05-05T02:51:48Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/11809
dc.description.abstractPeningkatan populasi penduduk di Kota Bogor dapat meningkatkan konsumsi masyarakat, khususnya konsumsi terhadap makanan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Bogor pada tahun 2002 sampai dengan tahun 2007 jumlah penduduk kota Bogor meningkat setiap tahunnya. Keadaan inilah yang menyebabkan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap jasa penyediaan makanan, khususnya di bidang restoran. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Bogor tahun 2008 pertumbuhan restoran di Kota Bogor terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan berada pada peringkat empat setelah bisnis perhotelan. Hal tersebut dapat diindikasikan bahwa usaha restoran ini sangat diminati oleh para pebisnis untuk melakukan usahanya. Banyaknya restoran yang bermunculan, mengakibatkan timbulnya persaingan dalam hal produk dan penyajiannya. Salah satu restoran yang berada pada persaingan antar restoran di Kota Bogor dan menawarkan makanan yang enak dan unik adalah Restoran Lasagna Gulung. Restoran tersebut merupakan restoran yang pertama kali menyajikan menu makanan yang berbeda dari menu makanan yang ditawarkan oleh restoran lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa restoran tersebut telah memanfaatkan peluang pasar yang ada. Restoran Lasagna Gulung menawarkan variasi makanan yang cukup unik. Produk utama dari restoran tersebut adalah lasagna gulung. Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis strategi bauran pemasaran yang telah diterapkan oleh Restoran Lasagna Gulung, 2) menganalisis kondisi lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang dihadapi oleh Restoran Lasagna Gulung serta posisi perusahaan dalam industri (pasar), dan 3) merumuskan alternatif strategi pengembangan usaha yang tepat untuk Restoran Lasagna Gulung agar dapat bersaing dengan para pesaingnya. Penelitian ini dilaksanakan di Restoran Lasagna Gulung Jalan Salak No.24 Bogor. Data ini disajikan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan manajemen strategi dan manajemen pemasaran. Analisis yang digunakan yaitu analisis lingkungan perusahaan agar diketahui apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan, analisis matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT dan matriks QSPM. Berdasarkan hasil penelitian, bauran pemasaran yang telah dilakukan oleh Restoran Lasagna Gulung Bogor ini memperlihatkan bahwa dalam strategi produknya restoran ini memiliki produk utama yang unik dan berbeda dari yang telah ditawarkan restoran lainnya. Strategi harga, restoran telah menetapkan harga jual berdasarkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan ditambah dengan keuntungan yang telah ditentukan oleh pemilik. Harga yang ditetapkan untuk lasagna gulung saat ini sama untuk setiap jenisnya, yaitu Rp 54.000. Strategi promosi yang telah dilakukan oleh restoran adalah dengan melakukan promosi di media elektronik seperti televisi dan promosi dari mulut ke mulut. Strategi tempat, lokasi restoran ini juga sangat strategis karena mudah dijangkau baik dengan kendaraan umum maupun dengan kendaraan pribadi. Hasil analisis matriks IFE menunjukkan bahwa faktor yang menjadi kekuatan utama perusahaan adalah bahwa restoran terletak pada lokasi yang strategis dengan skor 0,429 dan produk yang ditawarkan restoran unik dengan skor 0,447, sehingga dapat diperoleh total bobot rata-rata skor sebesar 3,067. Hal ini menunjukkan bahwa restoran memiliki posisi internal yang kuat karena telah mampu menggunakan kekuatan dan mengatasi kelemahan dengan cukup baik. Hasil analisis matriks EFE dapat dilihat bahwa faktor penting berupa peluang yang mempengaruhi restoran adalah Bogor sebagai kota wisata khususnya wisata kuliner dengan perolehan skor sebesar 0,586 dan faktor yang memiliki skor terendah adalah banyaknya produk substitusi makan Eropa dengan skor 0,257, sehingga dapat diperoleh total bobot skor sebesar 3,121 yang berarti bahwa restoran telah mampu memanfaatkan peluang serta dapat menghadapi ancaman dari lingkungan luar restoran. Hal ini menunjukkan bahwa restoran Lasagna Gulung Bogor ini telah memiliki posisi eksternal yang kuat. Dari hasil matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE), kemudian disusun matriks Internal-External (IE). Hasil yang diperoleh dari matriks IE menunjukkan bahwa restoran berada dalam sel I yaitu kondisi tumbuh dan berkembang. Strategi yang dapat diterapkan adalah strategi intensif seperti pengembangan produk (development product), pengembangan pasar (market development) dan penetrasi pasar (market penetration). Berdasarkan hasil SWOT dihasilkan beberapa strategi, yaitu Strategi SO yang terdiri dari, a) membuat beberapa menu paket makanan, dan b) memberikan keterangan kadarluarsa seperti tanggal, bulan dan tahun kadarluarsa makanan pada kemasan (dus) agar konsumen mengetahui berapa lama ketahanan dari makanan tersebut. Strategi ST dengan melakukan inovasi baru dalam produk, contohnya dengan membuat variasi menu ukuran sehingga konsumen dapat memilih ukuran lasagna sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka. Strategi WO terdiri dari a) membuat papan nama yang jelas agar memudahkan konsumen mengetahui restoran tersebut, b) meningkatkan promosi dengan cara pemberian brosur-brosur ditempat ramai, penempatan iklan di majalah dan c) membuat website restoran yang merupakan bagian dari kegiatan promosi restoran. Strategi WT dengan cara a) menghadiri dan mengikuti pameran-pameran makanan yang secara tidak langsung dapat memperkenalkan produk kepada masyarakat dan b) memperbaiki sistem keuangan dengan menggunakan sistem modern seperti komputerisasi dan mesin kasir. Dari hasil matriks QSPM yang didapat, maka urutan prioritas alternatif strategi adalah 1) membuat beberapa menu paket makanan hemat, 2) meningkatkan sistem promosi, 3) Pembuatan website restoran dan pemasangan fasilitas wifi di restoran, 4) melakukan inovasi baru dalam produk yaitu dengan membuat variasi ukuran lasagna, 5) Membuat papan nama restoran yang jelas, 6) mengikuti pameran-pameran makanan yang secara tidak langsung dapat memperkenalkan produk kepada masyarakat, 7) Memberikan tanggal keterangan kadarluarsa pada kemasan, dan 8) Memperbaiki sistem keuangan menggunakan sistem komputerisasi dan mesin kasir.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleStrategi Pengembangan Usaha Restoran Lasagna Gulung Bogor, Jawa Baratid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record