| dc.description.abstract | Selenium (Se) merupakan mikromineral esensial, Se berperan dalam
melindungi tubuh ternak dari paparan radikal bebas. Pemberian Se-organik dapat
meningkatkan ketersediaan mineral dalam tubuh ternak sehingga daya serapnya
tinggi. Khamir merupakan mikroorganisme yang berperan dalam menyerap dan
mengakumulasi Selenium. Pemberian mineral dalam bentuk organik lebih efektif
dibandingkan mineral anorganik sehingga dapat dilakukan penggantian pada
mineral anorganik konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
dan menyeleksi khamir dari isolat lokal yang berasal dari feses sapi sebagai
penghasil selenium organik. Isolat dari kotoran sapi diseleksi dan diidentifikasi
dengan uji mikroskopis, makroskopis, dan biokimia untuk menentukan genus
isolat. Didapatkan empat isolat dengan kode FS 1, FS 3, FS 5, dan FS 6 dengan
dugaan kuat isolat khamir berturut-turut yaitu genus Saccharomyces, Hansenula,
Torulaspora, dan Candida. Isolat terpilih diberi perlakuan dengan penambahan
natrium selenit (Na2SeO3) sebanyak 30 ppm, 45 ppm, dan 60 ppm yang kemudian
dihitung menggunakan perhitungan Total Plate Counting (TPC). Isolat dengan
nilai pertumbuhan terbaik yaitu FS 1 dengan jumlah koloni 1,53 x 1011 cfu mL-1
pada media tumbuh dengan konsentrasi Se 30 ppm. Khamir FS1 merupakan genus
Saccharomyces yang dihitung kandungan Se-nya menggunakan metode GF-AAS
yaitu sebesar 0,975 mg L-1. FS1 mampu tumbuh baik pada media yang
mengandung Se, Cu dan Zn hingga konsentrasi 60 ppm. | id |