Biosensor Senyawa Antioksidan Menggunakan Bakteri Bacillus Megaterium
Date
2023-01-19Author
Pratama, Adithya Putra
Pradono, Dyah Iswantini
Nurhidayat, Novik
Metadata
Show full item recordAbstract
Biosensor dapat digunakan sebagai metode alternatif yang dapat digunakan pada pengukuran senyawa antioksidan dengan menggunakan enzim. Penggunaan enzim murni pada biosensor memiliki beberapa kekurangan sehingga dapat digantikan dengan bakteri yang dapat digunakan sebagai penghasil enzim, seperti Bacillus megaterium. Penelitian bertujuan menentukan kondisi optimum pada pengukuran biosensor senyawa antioksidan dengan menggunakan biofilm bakteri. Biosensor menggunakan enzim tirosinase diuji dengan beberapa parameter analitik dan kemampuan untuk mengetahui kapasitas antioksidan. Biosensor senyawa antioksidan memiliki kondisi optimasi pada hari ke-12 dan pH 6. Parameter analitik yang didapatkan dari limit deteksi (LD), limit kuatisasi (LK), sensitivitas, presisi, dan stabilitas sebagai berikut; 0,0112 ppm, 0,036 ppm, 0,467 μA(ppm)-1, 0,8 %, dan 95%. Kapasitas antioksidan pada biosensor didapatkan nilai kapasitas antioksidan relatif (RAC) asam askorbat sebesar 0,20 dan ekstrak daun jambu biji sebesar 0,16. Nilai RAC membuktikan bahwa kapasitas antioksidan dapat diukur menggunakan biosensor dengan enzim tirosinase.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
