Show simple item record

dc.contributor.advisorPradono, Dyah Iswantini
dc.contributor.advisorNurhidayat, Novik
dc.contributor.authorPratama, Adithya Putra
dc.date.accessioned2023-01-19T15:03:58Z
dc.date.available2023-01-19T15:03:58Z
dc.date.issued2023-01-19
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116170
dc.description.abstractBiosensor dapat digunakan sebagai metode alternatif yang dapat digunakan pada pengukuran senyawa antioksidan dengan menggunakan enzim. Penggunaan enzim murni pada biosensor memiliki beberapa kekurangan sehingga dapat digantikan dengan bakteri yang dapat digunakan sebagai penghasil enzim, seperti Bacillus megaterium. Penelitian bertujuan menentukan kondisi optimum pada pengukuran biosensor senyawa antioksidan dengan menggunakan biofilm bakteri. Biosensor menggunakan enzim tirosinase diuji dengan beberapa parameter analitik dan kemampuan untuk mengetahui kapasitas antioksidan. Biosensor senyawa antioksidan memiliki kondisi optimasi pada hari ke-12 dan pH 6. Parameter analitik yang didapatkan dari limit deteksi (LD), limit kuatisasi (LK), sensitivitas, presisi, dan stabilitas sebagai berikut; 0,0112 ppm, 0,036 ppm, 0,467 μA(ppm)-1, 0,8 %, dan 95%. Kapasitas antioksidan pada biosensor didapatkan nilai kapasitas antioksidan relatif (RAC) asam askorbat sebesar 0,20 dan ekstrak daun jambu biji sebesar 0,16. Nilai RAC membuktikan bahwa kapasitas antioksidan dapat diukur menggunakan biosensor dengan enzim tirosinase.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleBiosensor Senyawa Antioksidan Menggunakan Bakteri Bacillus Megateriumid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordantioxidantid
dc.subject.keywordBacillus megateriumid
dc.subject.keywordbiosensorid
dc.subject.keywordguavaid
dc.subject.keywordtyrosinaseid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record