Show simple item record

dc.contributor.advisorKamal, Mohammad Mukhlis
dc.contributor.advisorSetiawan, Yudi
dc.contributor.authorRahmi, Iftitah
dc.date.accessioned2022-08-10T01:40:52Z
dc.date.available2022-08-10T01:40:52Z
dc.date.issued2022-08
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113376
dc.description.abstractIkan sidat (Anguilla spp.) merupakan salah satu ikan konsumsi dengan permintaan tinggi di pasar internasional. Salah satu daerah yang memiliki potensi sumberdaya ikan sidat di Indonesia yaitu wilayah Teluk Palabuhanratu, Pantai Selatan Jawa. Perubahan terhadap musim tangkap serta kelimpahan yang semakin menurun berakibat tidak tercukupinya permintaan benih untuk budidaya. Harga sidat semakin tinggi karena biaya modal untuk menangkap yang dikeluarkan nelayan serta biaya penampungan sementara oleh pengepul tidak sebanding dengan jumlah hasil tangkapan. Ancaman lain berupa isu pemanasan global. Sifat perairan yang dinamis serta dampak perubahan iklim dapat menyebabkan terjadinya perubahan kondisi habitat benih sidat. Informasi mengenai faktor lingkungan dan keterkaitannya dengan hasil tangkapan benih sidat penting untuk diketahui. Faktor lingkungan perairan ditunjukan oleh parameter suhu, curah hujan, klorofil-a serta batimetri perairan. Kajian secara spasial dan temporal distribusi lingkungan perairan di Sukabumi dapat memberikan informasi terkait preferensi lingkungan habitat benih sidat. Khususnya jenis sidat Anguilla bicolor bicolor dan Anguilla marmorata yang Sebagian besar ditangkap di muara sungai Kabupaten Sukabumi. Selain itu, perilaku manusia dalam mengelola suatu sumber daya juga perlu dikaji sebagai penguatan sistem keberlanjutan perikanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut (1) menghimpun informasi kegiatan penangkapan benih sidat di muara-sungai Kabupaten Sukabumi, (2) memetakan kondisi lingkungan perairan Pantai Selatan Jawa serta kaitannya terhadap hasil tangkapan benih sidat (3), mengidentifikasi karakteristik sosial-ekonomi serta persepsi nelayan benih sidat. Data penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data citra parameter oseanografi (SPL, klorofil-a), curah hujan serta batimetri. Selanjutnya dilakukan observasi kondisi lingkungan pada lokasi tangkapanan utama benih sidat di muara sungai serta wawancara mendalam terhadap beberapa responden terpilih. Pengumpulan data wawancara dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria responden merupakan nelayan tangkap benih sidat/pengepul penampungan sementara di Muara Cimandiri dan Cikaso. Penelitian ini dilakukan berdasarkan lokasi muara dan pengepul di Cibareno, Cimandiri, Cikaso, dan Cibuni. Benih sidat mulai ditangkap di Muara Cimandiri pada bulan Februari hingga Agustus dengan hasil tangkapan tertinggi pada bulan Juni tahun 2018. Tahun berikutnya bergeser dengan dimulai dari bulan Maret hingga akhir tahun 2019 serta puncaknya yang terjadi pada bulan Juni. Bulan puncak tangkapan di Cikaso terjadi pada bulan Oktober hingga Desember tahun 2018. Sedangkan tahun 2019 lokasi muara yang mengalami puncak kelimpahan hasil tangkapan tinggi setelah Cimandiri yaitu Cibareno, pada bulan Mei hingga Juli. Perairan Pantai Selatan Pulau Jawa memiliki kedalaman yang bervariasi mulai 10 meter hingga mencapai 2000 meter. Bentuk topografi batimetri membentuk teluk, tanjung, pantai curam, dan sebagian pantai landai. Tahun 2018 suhu perairan di sekitar Teluk Palabuhanratu lebih tinggi dibandingkan tahun setelahnya yang ditunjukan dengan gradasi warna yang mengarah ke kuning hingga jingga. Sedangkan tahun setelahnya wilayah perairan teluk tersebut menunjukan gradasi warna kuning dan hijau. Sebaran klorofil-a memiliki nilai rataan konsentrasi sebesar 0,1161-1,7211 mg/m3 . Nilai kandungan klorofil-a umumnya lebih tinggi pada daerah disekitar peisir yang dipengaruhi oleh aktivitas domestik dari wilayah darat. Hal tersebut ditunjukan pada peta sebaran yang menghasilkan warna lebih merah dekat daerah Teluk Palabuhanratu dan sepanjang wilayah pesisir Cikaso hingga Cibuni Berdasarkan distribusi curah hujan bulanan, wilayah pesisir Sukabumi memiliki tipe curah hujan dengan satu puncak musim hujan yang disebut unimodial. Pola tersebut memiliki musim kering pada bulan Juni hingga September serta bulan basah yang terjadi pada bulan November hingga Februari. Kelimpahan tangkapan benih sidat berfluktuasi, ketika curah hujan berada pada musim peralihan yaitu di akhir bulan basah dan akan masuk ke bulan kering, nilai SPL pada kisaran 26-28˚C. Nilai konsentrasi klorofil-a <1,00 mg/m3 menghasilkan kelimpahan benih sidat yang tinggi dibandingkan hasil tangkapan pada bulan lainnya. SPL dan klorofil-a memiliki hubungan yang berbanding terbalik. Dinamika perairan dan massa air dipengaruhi oleh kejadian El Nino lemah dan IOD fase positif yang membuat perairan Pantai Selatan Jawa menjadi lebih hangat dan mengalami jumlah curah hujan bulanan yang menurun trennya. Secara sadar nelayan setuju bahkan mengeluhkan jika hasil tangkapan benih sidat memiliki tren yang semakin menurun dari sebelumnya. Keberadaan organisasi dan keikutsertaan nelayan dalam organisasi diharapkan dapat memberi dampak positif nelayan terhadap keberlanjutan sumber daya benih sidat. Bentuk partisipasi nelayan terhadap pelaksanaan pengelolaan dan mendukung keberlanjutan benih sidat dilakukan dengan terlibat dalam kelompok masyarakat/ pokmaswas (kelompok masyarakat pengawas). Responden yang terlibat dalam komunitas secara otomatis sadar dengan memilih melepaskan kembali benih ketika tidak periode musim tangkapannyaid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDinamika Lingkungan Perairan Pantai Selatan Jawa pada Hasil Tangkapan Benih Sidat di Kabupaten Sukabumiid
dc.title.alternativeEnvironmental Dynamics of the Java Southern Coast on Eel Seed Catches in Sukabumi Regencyid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAqua MODISid
dc.subject.keywordchlorophyll-aid
dc.subject.keywordeel seed catchid
dc.subject.keywordfisherman's behaviorid
dc.subject.keywordsea surface temperatureid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record