Show simple item record

dc.contributor.advisorRifin, Amzul
dc.contributor.authorTambunan, Felix Mora Josua
dc.date.accessioned2022-07-26T05:22:04Z
dc.date.available2022-07-26T05:22:04Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112836
dc.description.abstractPenetapan bea keluar yang lebih tinggi pada produk hulu yaitu CPO dengan produk hilir yaitu RBD Palm Olein, membuat produksi dan volume ekspor RBD Palm Olein Indonesia meningkat. Dalam rentan waktu 2012 - 2021 setelah kebijakan bea keluar progresif berlaku, konsumen terbesar RBD Palm Olein Indonesia adalah Tiongkok. Pemerintah juga menetapkan pungutan ekpsor pada tahun 2015 melaui BPDPKS yang bertujuan untuk program pengembangan kelapa sawit berkelanjutan yang tepat guna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari penetapan kebijakan bea keluar minyak sawit Indonesia terhadap volume ekspor RBD Palm Olein Indonesia ke Tiongkok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Error Correction Model (ECM). Penelitian ini juga melibatkan beberapa variabel yang memiliki pengaruh terhadap penetapan bea keluar dan volume ekspor RBD Palm Olein yaitu, kurs, harga internasional komoditas, produk substitusi, dan Covid-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawah kebijakan bea keluar yang dibuat oleh pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor RBD Palm Olein Indonesia ke Tiongkok.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Penerapan Bea Keluar Terhadap Volume Ekspor Refined, Blanced, Deodorized Palm Olein Indonesia ke Tiongkokid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBea Keluarid
dc.subject.keywordECMid
dc.subject.keywordRBD Palm Oleinid
dc.subject.keywordTiongkokid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record