| dc.description.abstract | Jamur merang merupakan komoditas pertanian yang masih mengalami
proses respirasi setelah dipanen dan memiliki laju respirasi yang tinggi
menyebabkan cepat terjadinya pembusukan. Hal tersebut menyebabkan penjual
jamur merang mengalami kerugian. Salah satu cara agar laju respirasi dapat
diturunkan yaitu kombinasi penyimpanan dingin dengan pengemasan. Tujuan dari
penelitian ini adalah menganalisis perubahan mutu jamur merang selama
penyimpanan agar mendapatkan data yang valid terkait dengan kualitas jamur
merang dalam penyimpanan. Metode MAP merupakan metode yang dapat
menurunkan laju respirasi. Dalam merancang MAP dibutukan data laju respirasi
jamur merang. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengukur laju respirasi pada
jamur merang selama penyimpanan. Suhu penyimpanan yang digunakan pada
penelitian ini yaitu suhu 2 oC, 10 oC, 20 oC, dan suhu ruang. Parameter mutu yang
diamati pada penelitian ini meliputi kadar air, susut bobot, kekerasan, dan
perubahan warna. Ada empat tahapan penelitian dalam penelitian ini yaitu
persiapan sampel, pengukuran mutu, pengukuran respirasi dilakukan
menggunakan metode closed system, dan simulasi MAP. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dalam penyimpanan suhu rendah laju respirasi akan semakin
menurun. Kualitas penyimpanan jamur merang paling baik pada suhu 20 oC.
Umur simpan jamur merang pada suhu 2 oC dan 10 oC hanya 1 hari setelah masa
panen. Penyimpanan pada suhu ruang mampu bertahan selama 2 hari setelah masa
panen dan penyimpanan pada suhu 20 oC mampu bertahan paling lama yaitu
hingga 3 hari setelah masa panen. Jamur merang mengalami Chilling injury pada
suhu 10 oC. Perancangan kemasan MAP dilakukan dengan simulasi berdasarkan
data laju respirasi untuk mendapatkan komposisi gas O2 dan CO2 setimbang
dalam kemasan. | id |