Show simple item record

dc.contributor.advisorWahyuni, Ekawati Sri
dc.contributor.authorAkmala, Tsania
dc.date.accessioned2022-07-04T00:03:47Z
dc.date.available2022-07-04T00:03:47Z
dc.date.issued2022-07
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112257
dc.description.abstractBanjir rob di Desa Pesanggrahan terjadi karena pengaruh dari hulu dan kenaikan muka air laut sebagai akibat dari perubahan iklim. Hal ini berdampak terhadap produktivitas pertanian hingga menghilangnya beberapa mata pencaharian petani, sehingga petani perlu menerapkan strategi nafkah untuk menghadapi dampak dari perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan terjadinya banjir rob, menganalisis modal nafkah yang dimanfaatkan rumah tangga petani, menganalisis strategi nafkah yang diterapkan rumah tangga petani, dan menganalisis kesejahteraan rumah tangga petani. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data diperoleh dengan wawancara mendalam kepada 4 informan dan kuesioner kepada 35 rumah tangga petani Desa Pesanggrahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir rob banyak memberikan dampak negatif bagi kehidupan rumah tangga petani serta menghilangnya beberapa mata pencaharian. Strategi nafkah yang diterapkan rumah tangga petani adalah diversifikasi mata pencaharian. Modal nafkah diperlukan untuk menerapkan strategi nafkah, namun tidak ada hubungan kepemilikan modal nafkah dengan keberagaman strategi nafkah. Kesejahteraan berhubungan dengan keadaan berupa banjir rob yang mengganggu kegiatan sosial ekonomi responden.id
dc.description.abstractTidal flooding in Pesanggrahan Village occurred due to the influence of upstream and sea-level rise as a result of climate change. This has an impact on agricultural productivity and the loss of some farmers' livelihoods, so farmers need to implement livelihood strategies to deal with the impacts of climate change. This study aims to describe the development of tidal flooding, analyze the livelihood capital used by farmer households, analyze the livelihood strategies applied by farmer households, and analyze the welfare of farmer households. This research method is a quantitative approach supported by qualitative data. Data were obtained by in-depth interviews with 4 informants and questionnaires to 35 farmer households in Pesanggrahan Village. The results showed that the tidal flood harmed the household life of farmers and the loss of several livelihoods. The livelihood strategy applied by farming households is livelihood diversification. Livelihood capital is needed to implement livelihood strategies, but there is no relationship between livelihood capital ownership and the diversity of livelihood strategies. Welfare is related to conditions in the form of tidal floods that disrupt the socio-economic activities of the respondents.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Nafkah dan Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Terdampak Banjir Rob (Kasus: Desa Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah)id
dc.title.alternativeLivelihood Strategy and Welfare of Farmers' Households Affected by Tidal Flood (Case: Pesanggrahan Village, Wonokerto Districts, Pekalongan Regency, Jawa Tengah Province)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordClimate Changeid
dc.subject.keywordLivelihood Capitalid
dc.subject.keywordLivelihood Strategyid
dc.subject.keywordTidal Floodid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record