Show simple item record

dc.contributor.advisorSarwoprasodjo, Sarwititi
dc.contributor.advisorSugiyanto, Dyah Rachmawati
dc.contributor.authorYuriawan, Kapat
dc.date.accessioned2022-06-02T02:07:41Z
dc.date.available2022-06-02T02:07:41Z
dc.date.issued2022-05
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111915
dc.description.abstractPemanfaatan tenologi dan inovasi yang dihasilkan oleh peneliti mampu meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakatat pengguna. Namun hingga kini masih terdapat hasil-hasil riset di lembaga penelitian yang belum terdiseminasikan kepada masyarakat dengan baik. Pendiseminasian hasil-hasil riset di lembaga penelitian, membutuhkan koordinasi dan kolaborasi antara peneliti sebagai pihak yang mengetahui sumber informasi ilmiah dengan hubungan masyarakat (humas) sebagai pihak yang memiliki kompetensi dalam mengomunikasikan hasil riset kepada masyarakat. Akan tetapi hingga kini kegiatan pendiseminasian hasil riset yang dilakukan oleh peneliti dan humas di lembaga penelitian masih kurang optimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi ketidakoptimalan tersebut ialah terdapat perbedaan makna antara peneliti dengan humas sehingga berpengaruh terhadap bagaimana mereka berkomunikasi dan berkoordinasi. Oleh karenanya tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskpripsikan makna komunikasi sains bagi peneliti, (2) untuk mendeskripsikan makna komunikasi sains bagi humas, serta (3) untuk mendeskripsikan bagaimana pengkoordinasian makna antara peneliti dan humas. Untuk menjelaskan makna yang dimiliki oleh peneliti dan humas maka penelitian ini menggunakan teori Coordinated Management of Meaning (CMM) atau manajemen makna terkoordinasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada kegiatan diseminasi Pupuk Organik Hayati (POH) Beyonic Startmik LIPI. Pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi percakapan antara peneliti dan humas, serta wawancara semi terstruktur. Analisa data dilakukan dengan cara kondensasi, pengkodingan, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna komunikasi sains bagi peneliti adalah kegiatan menyampaikan hasil penelitian kepada masyarakat yang membutuhkan kompetensi humas serta dukungan kebijakan pimpinan. Sedangkan makna komunikasi sains bagi humas adalah kegiatan diseminasi berdasarkan keterangan peneliti sebagai sumber informasi dalam rangka penyediaan bahan informasi publik serta fasilitasi pemasyarakatan iptek. Koordinasi makna antara peneliti dan humas tercapai pada makna diseminasi kepada masyarakat serta pengakuan peran antara peneliti dengan humas.id
dc.description.sponsorshipBy research LIPIid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKoordinasi Makna Momunikasi Sains Bagi Peneliti dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesiaid
dc.title.alternativeCoordination of the Meaning of Science Communication for Researchers and Public Relations of the Indonesian Institute of Sciencesid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordScience communicationid
dc.subject.keywordresearchersid
dc.subject.keywordpublic relationsid
dc.subject.keywordCMMid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record