| dc.description.abstract | Biogas merupakan inovasi yang sudah dikenal di kalangan petani ternak. Desa Urutsewu menggunakan biogas dalam upaya pemenuhan energi. Biogas di Desa Urutsewu berasal dari kotoran sapi, kotoran ayam, limbah cair tahu, dan sampah dapur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi pengguna biogas terhadap instalasi, dampak ekonomi, dampak lingkungan, serta dampak sosial pemasangan biogas di Desa Urutsewu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada pengguna biogas. Sumber data informasi diperoleh dari 48 responden yang terdiri atas rumah tangga pemilik digester biogas dan rumah tangga pengguna non-pemilik digester biogas. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 67% pengguna biogas mengetahui biogas sebelum pasang dan 33% setelah pasang biogas. Responden cenderung mengatakan teknologi biogas mudah dilaksanakan, perawatan mudah dan sederhana. Persepsi pengguna biogas terkait dampak lingkungan adalah teknologi biogas dapat mengurangi polusi, mengurangi sumber penyakit dan memperbaiki kualitas lingkungan. Teknologi biogas relatif dapat menghemat biaya bahan bakar dan lebih murah dari bahan bakar lain namun kurang mencukupi sebagai bahan bakar memasak. Kebutuhan bahan bakar memasak yang besar menjadi alasan kurangnya biogas dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar memasak. Masyarakat cenderung lebih dekat dengan adanya biogas. Masyarakat setuju mengolah kotoran menjadi biogas dan mendukung pemerintah dalam pengolahan biogas. | id |