Show simple item record

dc.contributor.advisorSuyatma, Nugraha Edhi
dc.contributor.advisorTaqi, Fahim Muchammad
dc.contributor.authorJuliani, Desi
dc.date.accessioned2021-12-14T01:10:08Z
dc.date.available2021-12-14T01:10:08Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/110158
dc.description.abstractKemasan plastik merupakan kemasan yang paling banyak digunakan tetapi tidak dapat terurai secara alami, sehingga semakin menumpuk dan menimbulkan dampak negatif untuk lingkungan dan manusia. Penumpukkan sampah terjadi karena jumlah konsumsi/penggunaan plastik tidak sebanding dengan jumlah sampah yang terkelola. Cara yang dilakukan untuk mengurangi dan menghambat terjadinya penumpukan adalah pengembangan kemasan biodegradable yang mudah terurai secara alami. Saat ini kemasan ramah lingkungan sudah marak dikembangkan salah satunya adalah berbahan dasar karagenan, tetapi lembaran kemasan karagenan tidak memiliki sifat heat-sealability. Sifat heat-sealability merupakan faktor terpenting yang harus dimiliki suatu bahan untuk dijadikan bahan dasar pembentuk kemasan biodegradable. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan kemasan termoplastik biodegradable berbahan dasar kappa–karagenan yang memiliki karakteristik termoplastik yang baik bahkan mendekati plastik konvensional dan dapat diaplikasikan menjadi kemasan primer. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu (1) penentuan waktu pemanasan karagenan terbaik, (2) penentuan jenis dan konsentrasi plasticizer (single) yang menghasilkan karakteristik edible film terbaik, dan (3) penentuan jenis kombinasi plasticizer (double) terbaik. Edible film yang dihasilkan dari tiap perlakuan pada setiap tahapan diuji karakteristik ketebalan, laju transmisi uap air, kuat tarik, persen elongasi, transparansi dan heat-sealability. Data yang dihasilkan diuji menggunakan ANOVA dan Syntax kemudian dilanjutkan dengan Duncan multiple range test (α 0,05) menggunakan SPSS 25. Hasil edible film terbaik pada tahap pertama diperoleh dari waktu pemanasan selama 30 menit dengan hasil uji karakteristik ketebalan 0,051 mm, kuat tarik 60,16 mm, persen elongasi 6,98% dan nilai laju transmisi uap air sebesar 357,632 g/m2/hari. Edible film dengan karakteristik terbaik pada tahap 2 dihasilkan oleh edible film dengan penambahan plasticizer sorbitol konsentrasi 35% dengan hasil karakteristik ketebalan 0,064 mm, laju transmisi uap air 63,69 g/m2/hari, kuat tarik 61,48 N/mm2, persen elongasi 15,33 %, transparansi sebesar 0,83 dan heat-sealability sebesar 334,83 N/m. Pada tahap terakhir edible film terbaik dihasilkan dari kombinasi sorbitol:gliserol (1:1) dengan hasil uji karakteristik ketebalan sebesar 0,093 mm, kuat tarik 41,068 N/mm2, elongasi 49,58 %, laju transmisi uap air 71,105 g/m2/hari, transparansi 0,920 dan nilai heat-sealability sebesar 74,65 N/m.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian Plastifikasi Edible film Κappa-Karagenan dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik-Mekanis dan Kemampuan Kelim-Panas.id
dc.title.alternativeStudy on Plasticization of Kappa-Carrageenan Edible film and Its Effect on Physical-Mechanical Properties and Heat-sealabilityid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordcarrageenanid
dc.subject.keywordglyserolid
dc.subject.keywordplasticizerid
dc.subject.keywordsorbitolid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record